Saham Kapal HUMI-BULL Cs Melesat di Tengah Konflik Iran

Saham Kapal HUMI-BULL Cs Melesat di Tengah Konflik Iran

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 3 Maret 2026 - 09:40
share

IDXChannel - Saham sektor perkapalan melonjak pada perdagangan Selasa (3/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.

Konflik Iran dan risiko penutupan Selat Hormuz mendorong investor memburu emiten pelayaran, khususnya yang bergerak di angkutan minyak dan gas.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.11 WIB, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) memimpin penguatan setelah naik 8,82 persen ke Rp222 per unit.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada PT GTS Internasional Tbk (GTSI) yang melesat 7,46 persen ke Rp288 per unit dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang menguat 7,45 persen ke Rp505.

Menurut Verdhana Sekuritas, BULL tengah memasuki fase transformasional dengan beralih dari bisnis utama kapal tanker minyak mentah dan produk turunannya menjadi platform pengangkutan energi yang lebih terintegrasi dan terbuka bagi mitra strategis.

Verdhana menilai transformasi tersebut ditopang oleh empat pilar utama, yakni bisnis kapal tanker minyak, transportasi LNG baik domestik maupun internasional, unit FSRU (floating storage regasification unit), serta FPSO/FSO untuk mendukung kegiatan produksi dan penyimpanan migas lepas pantai.

Sementara itu, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) naik 4,50 persen ke Rp580 dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) bertambah 3,82 persen ke Rp680.

Penguatan juga merambah emiten lain di sektor yang sama, dengan LEAD naik 3,70 persen, MBSS menguat 3,27 persen, dan SMDR meningkat 1,87 persen

Sementara itu, biaya sewa supertanker untuk mengangkut minyak dari Timur Tengah ke China melonjak ke rekor tertinggi lebih dari USD400.000 per hari seiring memanasnya konflik AS-Iran, dengan Teheran menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, menurut data LSEG.

Melansir dari Reuters, Selasa (3/3/2026), pengiriman melalui selat yang berada di antara Iran dan Oman itu, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global serta dalam jumlah besar gas, nyaris terhenti setelah sejumlah kapal di kawasan tersebut terdampak serangan saat Iran membalas serangan AS dan Israel.

Tarif acuan angkutan untuk very large crude carriers (VLCC) di rute tersebut, yang juga dikenal sebagai TD3, naik ke level W419 dalam ukuran Worldscale yang digunakan industri untuk menghitung ongkos angkut, per Senin, atau setara USD423.736 per hari, berdasarkan data LSEG.

Tarif itu melonjak dua kali lipat dibandingkan Jumat, memperpanjang kenaikan dari posisi tertinggi enam tahun yang tercapai pekan lalu, setelah AS dan Israel menyerang Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei pada Sabtu.

Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah negara Teluk, memicu penutupan sementara fasilitas minyak dan gas di seluruh Timur Tengah sebagai langkah pencegahan.

Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran pada Senin menyatakan Selat Hormuz telah ditutup dan Iran akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melintas, seperti dilaporkan media Iran.

Namun, seorang pialang kapal menyebut sangat sulit menilai tarif pengiriman minyak di kawasan Teluk karena sejumlah pemilik kapal menghentikan operasinya.

Tarif harian angkutan gas alam cair (LNG) melonjak lebih dari 40 persen pada Senin seiring meluasnya konflik setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran serta aksi balasan Teheran menghambat lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Tarif rute Atlantik naik menjadi USD61.500 per hari pada Senin, meningkat 43 persen atau USD18.750 dibandingkan hari sebelumnya, menurut Spark Commodities, lembaga penilai harga pengiriman LNG.

Sementara itu, tarif rute Pasifik naik menjadi USD41.000 per hari, bertambah 45 persen atau USD12.750 dari hari sebelumnya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik