Matahari (LPPF) Raih Laba Rp725 Miliar pada 2025, Siap Bagikan Dividen Jumbo
IDXChannel - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) siap membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham meski menghadapi penurunan penjualan dan laba akibat lesunya daya beli.
Sepanjang 2025, Matahari membukukan penjualan Rp11,1 triliun, turun 10,2 persen secara tahunan. Pelemahan terjadi di seluruh wilayah di mana Pulau Jawa negatif 8 persen dan luar Jawa minus 7 persen.
Tekanan pada kinerja topline ini disebabkan oleh permintaan konsumen yang melemah, kondisi pasar tenaga kerja yang tertekan, serta tekanan dari impor ilegal untuk produk tekstil.
Sementara itu, EBITDA tercatat turun 16,9 persen menjadi Rp1,2 triliun imbas penjualan yang turun. Adapun laba bersih tercatat Rp725 miliar, terkoreksi 12,4 persen dari Rp828 miliar pada 2024.
Meski kinerja turun, perseroan berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Dividen tersebut sekitar Rp564 miliar atau setara 77,88 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026," kata manajemen Matahari dalam Materi Earning Call, Sabtu (28/2/2026).
Nominal dividen tersebut lebih rendah 17 persen daripada dividen yang dibagikan pada tahun lalu sebesar Rp300. Namun, dividen ini tergolong jumbo mengingat dividend yield-nya mencapai 13 persen dengan asumsi harga saham LPPF Rp1.910 pada sesi penutupan Jumat (27/2/2026).
Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas Matahari mencapai Rp448 miliar. Dengan posisi tanpa utang berbunga, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp1,7 triliun.
Sepanjang 2025, Matahari telah menjalankan sejumlah inisiatif strategis dengan memperluas koleksi SUKO dan ZES hingga memperkenalkan merek-merek di bawah MU+KU.
Di samping itu, perseroan juga menutup tujuh gerai berkinerja rendah dan membuka lima gerai mono-brand SUKO dan dua gerai mono-brand ZES, serta merilis gerai multi-brand MU+KU yang menarik segmen pelanggan baru.
Matahari juga siap menyambut momen Ramadan dan Lebaran dengan memperkuat persediaan senilai Rp1 triliun. Pada 2026, Matahari akan terus memperluas gerai dan koleksi SUKO, ZES, serta MU+KU.
Matahari juga akan memperkuat omnichannel, terutama kanal digital. Pada tahun ini, perseroan akan mengurasi sub-kategori yang fokus dengan harga kompetitif dibandingkan kompetitor, memastikan konsistensi penyajian produk dan bahasa desain di kanal digital, serta integrasi yang lebih kuat antara pemasaran offline dan online.
(Rahmat Fiansyah)









