IHSG Berpeluang Rebound ke 8.400 Ditopang Inflow Asing dan Sentimen Positif Global
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak positif pada perdagangan Rabu (25/2/2026), setelah pada sesi sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Berdasarkan riset analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, IHSG diprediksi bergerak dalam kisaran 8.200-8.400. Pada perdagangan kemarin, indeks ditutup melemah 1,37 persen atau turun 115,2 poin ke level 8.280.
"IHSG hari ini diprediksi positif dalam kisaran 8.200-8.400," tulis Ratih dalam risetnya, Rabu (25/2/2026).
Dari sentimen domestik, tekanan kemarin dipicu aksi profit taking meskipun investor asing tercatat membukukan inflow sebesar Rp1,37 triliun di seluruh pasar ekuitas.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak diakumulasi di pasar reguler dengan nilai Rp577 miliar, seiring rilis kinerja keuangan solid pada Januari 2026.
Namun demikian, pergerakan nilai tukar masih menjadi perhatian. Kurs JISDOR tercatat berada di level Rp16.830 per USD per 24 Februari 2026. Depresiasi rupiah tersebut berpotensi mengurangi daya tarik yield dividen sektor perbankan bagi investor asing.
Dari sisi emiten, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melaporkan pertumbuhan kredit sebesar 19 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp894 triliun pada awal Januari.
Pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 17 persen yoy menjadi Rp3,7 triliun, sementara laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 14 persen yoy menjadi Rp2,8 triliun. Meski demikian, kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) membuat laba bersih hanya tumbuh tipis 3 persen yoy menjadi Rp1,7 triliun.
Dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan rebound. Indeks Nasdaq Composite menguat 1,05 persen pada perdagangan 24 Februari 2026. Pelaku pasar kini menantikan pidato Presiden Donald Trump dalam agenda State of the Union yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen, khususnya terkait kebijakan tarif dan arah ekonomi.
Selain itu, pasar juga menunggu laporan keuangan NVIDIA Corporation (Nasdaq: NVDA). Saham NVDA tercatat bergerak sideways sejak November 2025, sehingga kinerja terbaru perseroan dinilai dapat menjadi katalis pergerakan sektor teknologi global.
Dari kawasan Asia, Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) kembali mempertahankan suku bunga Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di level 3 persen dan tenor lima tahun di 3,5 persen. Kebijakan tersebut telah dipertahankan selama sembilan pertemuan berturut-turut guna menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi.
Sejalan dengan sentimen tersebut, bursa Asia Pasifik bergerak positif pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei 225 naik 1,12 persen dan KOSPI menguat 0,95 persen.
Berikut rekomendasi saham Ajaib Sekuritas:
1. BRIS
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 2.360
Target Harga: 2.450
Stop loss: 2.300
BRIS berpotensi reversal dan membentuk pola higher low. Indikator MACD bar histogram dalam momentum akumulasi.
2. ARCI
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 1.825
Target Harga:1.910
Stop loss: 1.780
ARCI berpotensi reversal berpotensi membentuk rounding bottom. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
3. MEDC
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 1.685
Target Harga: 1.750
Stop loss: 1.650
MEDC bullish continuation di atas MA 5,20,50. Indikator MACD bar histogram masih dalam momentum akumulasi.
(DESI ANGRIANI)










