Bursa Asia Reli, Nikkei Jepang dan KOSPI Korsel Cetak Rekor Lagi

Bursa Asia Reli, Nikkei Jepang dan KOSPI Korsel Cetak Rekor Lagi

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 25 Februari 2026 - 09:10
share

IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada Rabu (25/2/2026) setelah reli saham teknologi mendorong indeks-indeks utama di Wall Street, meredakan kekhawatiran tentang dampak disruptif kecerdasan buatan (AI) yang selama beberapa pekan mengguncang pasar.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,3 persen ke atas level 58.000 pada Rabu, mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (ATH).

Melansir dari Trading Economics, pasar saham Jepang turut mendapat dukungan tambahan dari pelemahan tajam yen.

Pelemahan tersebut menyusul laporan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga lanjutan dalam pertemuan pekan lalu dengan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda.

Di Korea Selatan (Korsel), indeks acuan KOSPI menembus level 6.000 untuk pertama kalinya pada Rabu, ditopang reli saham produsen chip yang dipimpin optimisme terhadap kecerdasan buatan.

KOSPI dibuka naik 0,89 persen ke 6.022,7, hanya sebulan setelah menembus level 5.000 pada 22 Januari. Saham produsen chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix melonjak ke rekor tertinggi baru.

Indeks tersebut telah naik 43 persen sepanjang tahun ini, setelah melonjak 76 persen tahun lalu, kenaikan terbesar sejak 1999.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,9 persen ke 9.106 pada Rabu, menghentikan penurunan tiga sesi beruntun ketika investor bersiap menanti data inflasi Januari.

Pasar memperkirakan inflasi tahunan turun tipis menjadi 3,7 persen dari 3,8 persen pada Desember, sementara inflasi inti versi trimmed mean Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan bertahan di 3,3 persen. Keduanya masih berada di atas kisaran target 2-3 persen.

Shanghai Composite juga mendaki 0,32 persen, Hang Seng terkerek 0,28 persen.

Berbeda, STI Singapura melemah 0,29 persen.

Mengutip Reuters, sentimen membaik setelah Anthropic memberi sinyal rencana menjalin kemitraan, memicu ekspektasi bahwa teknologi chatbot Claude akan terintegrasi dengan model bisnis yang sudah ada, alih-alih menggantikannya.

Investor juga menanti laporan kinerja dari Nvidia untuk memperoleh sinyal yang lebih jelas terkait permintaan yang berhubungan dengan AI.

Di Amerika Serikat (AS), indeks saham Wall Street ditutup menguat pada Selasa, dipimpin pemulihan saham teknologi setelah investor mencermati pengumuman alat AI baru dari Anthropic serta menimbang perubahan sikap Presiden AS Donald Trump terkait tarif perdagangan.

Mayoritas sektor dalam indeks S&P 500 menguat, dengan sektor Konsumen Diskresioner, Industri, Teknologi, dan Utilitas masing-masing naik lebih dari 1 persen. Sementara itu, sektor Energi dan Kesehatan justru terkoreksi. (Aldo Fernando)

Topik Menarik