Bursa Asia Menguat di Tengah Rekor KOSPI, Pasar Jepang Libur
IDXChannel - Bursa saham Asia menguat di awal pekan, pada Senin (12/1/2026), seiring investor mencerna data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) dan geopolitik di Timur Tengah, khususnya Iran.
Indeks acuan KOSPI mencetak rekor tertinggi baru di kisaran 4.642 pada Senin, menguat 1,22 persen dan memperpanjang reli untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan ini didukung kenaikan saham sektor semikonduktor, otomotif, dan pertahanan.
Mengutip Trading Economics, saham semikonduktor menguat seiring kenaikan Samsung Electronics sebesar 0,90 persen dan SK Hynix sebesar 1,28 persen. Saham otomotif juga naik dengan Hyundai Motor melonjak 2,05 persen.
Sementara itu, sektor pertahanan turut menguat, dipimpin oleh Hanwha Aerospace yang naik 0,16 persen, Hyundai Rotem menguat 1,14 persen, dan LIG Nex1 melonjak 4,06 persen.
Aktivitas pasar tetap solid, dengan nilai penyelesaian transaksi saham melalui Korea Securities Depository mencapai 601,4 triliun won Korea sepanjang 2025, meningkat 24,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan kuatnya aktivitas perdagangan, baik di pasar saham domestik maupun transaksi institusional.
Sentimen pasar juga ditopang oleh ekspektasi investor bahwa Bank of Korea akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,5 persen pekan ini.
Kebijakan tersebut dinilai memberikan kesinambungan bagi pasar keuangan serta membantu menstabilkan nilai tukar dan sektor properti di tengah tekanan domestik yang masih berlangsung.
Sementara itu, indeks saham Australia menguat pada Senin, mengikuti kinerja positif Wall Street dan terdorong kenaikan harga minyak.
Penguatan dipimpin oleh sektor keuangan, konsumsi diskresioner, dan energi.
Indeks S&P/ASX 200 naik 0,8 persen ke level 8.785,90. Indeks acuan tersebut ditutup stagnan pada Jumat, dan turun 0,1 persen sepanjang pekan lalu.
Di Australia, sektor keuangan menguat 1,2 persen, setelah sebelumnya tertekan dan turun 2,5 persen pekan lalu akibat kekhawatiran bahwa potensi kenaikan suku bunga dapat menghambat permintaan kredit perumahan baru.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,3 persen ke level 26.303 pagi ini, melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan terutama ditopang saham-saham teknologi dan konsumer.
Sentimen positif juga datang dari pasar China daratan, setelah Indeks Shanghai Composite bergerak mendekati level tertinggi dalam satu dekade.
Meredanya risiko deflasi memperkuat optimisme bahwa China mampu menyeimbangkan permintaan dan pasokan domestik guna menopang kinerja laba emiten.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis sejumlah data penting China pekan ini, termasuk data perdagangan dan kredit Desember, serta produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025.
Sejumlah saham yang mencatatkan penguatan awal antara lain Meituan yang naik 4,0 persen, Kuaishou Tech 3,2 persen, Swire Properties 2,3 persen, dan Techtronic Industries 2,0 persen.
Pasar saham Jepang tutup karena hari libur. Pada Minggu, mitra koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yakni Hirofumi Yoshimura, menyatakan bahwa Takaichi kemungkinan akan menggelar pemilihan umum lebih awal.
Pernyataan ini muncul setelah media domestik melaporkan bahwa Takaichi tengah mempertimbangkan pemilu kilat pada Februari, mengutip sumber-sumber pemerintah.
MNC Insurance Business Group dan MNC Peduli Salurkan Bantuan ke Korban Bencana di Sumatera
Sementara itu, kontrak berjangka saham AS bergerak datar pada awal perdagangan Asia, menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dan laporan kinerja emiten sepanjang pekan ini.
Pada perdagangan Jumat di AS, S&P 500 ditutup menguat 0,65 persen ke level 6.966,28, mencetak rekor penutupan tertinggi baru, sekaligus rekor intraday tertinggi sepanjang sesi.
Nasdaq Composite naik 0,81 persen ke 23.671,35, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 237,96 poin atau 0,48 persen ke 49.504,07, juga menorehkan rekor penutupan tertinggi. (Aldo Fernando)








