IHSG Awal Pekan Siap Tembus Level 9.000, Cermati Saham-Saham Ini
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026) diprediksi kembali melanjutkan penguatan dan tembus ke level 9.000.
"Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga dapat dicermati area penguatan pada rentang 9.030-9.077," tulis tim riset MNC Sekuritas dalam riset harian, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Namun demikian, MNC Sekuritas juga mengingatkan bahwa pada skenario lainnya, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi.
"Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843-8.904," lanjut tim riset MNC Sekuritas.
Menurut MNC Sekuritas, IHSG berada di level support 8.867, 8.806 dan level resistance 8.996, 9.030 pada perdagangan hari ini. Adapun beberapa saham yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
ARCI - Buy on Weakness
ARCI menguat 4,31 ke 1,695 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun masih bertahan di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi ARCI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Buy on Weakness: 1,575-1,610
Target Price: 1,750, 1,950
Stoploss: below 1,525
BBRI - Spec Buy
BBRI terkoreksi 0,81 ke 3,680 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi BBRI sedang berada pada bagian dari awal wave (iii) dari wave [c].
Spec Buy: 3,630-3,650
Target Price: 3,780, 3,830
Stoploss: below 3,590
BUMI - Buy on Weakness
BUMI menguat 0,43 ke 462 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 442 sebagai stoplossnya, maka posisi BUMI diperkirakan sedang berada bagian dari wave v dari wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 450-456
Target Price: 486, 510
Stoploss: below 442
BUVA - Buy on Weakness
BUVA menguat 15,44 ke 1,720 dan disertai dengan tingginya volume beli, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. Kami perkirakan, posisi BUVA saat ini sedang berada pada bagian dari awal wave [iii] dari wave 5.
Buy on Weakness: 1,580-1,645
Target Price: 1,760, 1,900
Stoploss: below 1,500.
Sementara itu, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menyoroti bahwa surplus neraca perdagangan yang rilis pekan ini akan menjadi katalis vital untuk menjaga kepercayaan investor global.
"Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar Rupiah dan menjaga minat investor asing," jelas David dalam risetnya.
Dengan kondisi pasar yang sedang bergairah, IPOT melihat sektor properti mulai bangkit, tercermin dari pergerakan positif emiten seperti BSDE.
Sektor ini dinilai memiliki daya tarik baru bagi investor yang mencari aset dengan valuasi menarik saat likuiditas pasar sedang melimpah.
Di sisi lain, sektor pertambangan, khususnya emas dan energi, tetap menjadi motor penggerak utama.
Lonjakan harga komoditas dunia akibat permintaan teknologi masa depan memberikan dorongan kuat bagi saham-saham seperti ARCI dan INDY untuk melanjutkan tren kenaikannya.
Berikut rekomendasi IPOT.
1. Buy BSDE (Current Price: 950, Entry: 950, Target Price: 1.050 (10,53), Stop Loss: 920 (-3,16) dan Risk to Reward Ratio 1:3,3).
2. Buy on Breakout ARCI (Current Price: 1.695, Entry: 1.695, Target Price: 1.875 (10,62), Stop Loss: 1.625 (-4,13) dan Risk to Reward Ratio 1:2,6).
3. Buy on Pullback INDY (Current Price: 2.880, Entry: 2.700 (2.780), Target Price: 3.000 (11,11), Stop Loss: 2.550 (-5,56) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0).
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).








