TINS Gelontorkan Rp42,7 Miliar untuk Eksplorasi Timah di Kuartal IV-2025

TINS Gelontorkan Rp42,7 Miliar untuk Eksplorasi Timah di Kuartal IV-2025

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 9 Januari 2026 - 18:24
share

IDXChannel - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan biaya eksplorasi sebesar Rp42,73 miliar pada kuartal IV-2025, dengan fokus utama pada komoditas timah.

Dari total anggaran tersebut, Rp22,62 miliar dialokasikan sebagai biaya operasional, sementara Rp20,10 miliar digunakan sebagai belanja investasi.

Dana ini digunakan untuk mendukung kegiatan eksplorasi baik di laut maupun di darat, yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Pada eksplorasi laut, TINS melaksanakan survei batimetri serta pengeboran eksplorasi dan pandu di Perairan Bangka dan Perairan Kundur. Kegiatan ini melibatkan enam unit kapal bor dan empat unit ponton bor, dengan total meter bor yang dicapai mencapai 20.650,11 meter.

Sementara itu, eksplorasi darat pada periode yang sama mencakup kegiatan pemetaan, survei geofisika ground magnetic, serta pengeboran eksplorasi timah aluvial dan pengeboran pandu di Pulau Bangka dan Belitung. Total meter pengeboran darat tercatat sebesar 13.117,55 meter.

Manajemen TINS menyampaikan, hasil eksplorasi ini akan menjadi dasar evaluasi lanjutan untuk mendukung rencana operasional ke depan. Pada kuartal I-2026, perseroan berencana melanjutkan kegiatan eksplorasi dengan fokus pada evaluasi hasil sebelumnya serta keberlanjutan program yang telah berjalan.

"Rencana kegiatan eksplorasi pada kuartal I-2026 adalah melakukan evaluasi dan melanjutkan kegiatan bulan sebelumnya," tulis manajemen TINS dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/1/2026)

Untuk eksplorasi laut, perseroan menyiapkan penggunaan empat kapal bor dan empat ponton bor yang akan dialokasikan di Perairan Bangka dan Kundur. 

Adapun eksplorasi darat akan difokuskan pada pengeboran eksplorasi timah aluvial dan pengeboran pandu di Pulau Bangka dan Belitung, survei geofisika ground magnetic di wilayah Bangka, serta survei topografi di Bangka dan Belitung.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik