Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja, Presiden Minta Pembangunan Kampung Nelayan Diintensifkan

Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja, Presiden Minta Pembangunan Kampung Nelayan Diintensifkan

Terkini | idxchannel | Jum'at, 9 Januari 2026 - 11:54
share

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta pembuatan kapal-kapal tangkap ikan terus diintensifkan, pembangunan ini diklaim telah menyerap belasan ribu tenaga kerja.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan presiden menginginkan agar pemerintah bekerja lebih cepat, terutama di bidang-bidang yang berpotensi menciptakan lapangan kerja dan padat karya. 

“Contohnya adalah beliau minta percepatan dalam rangka pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/1/2026).

Tak hanya membuka lapangan kerja, program pembangunan KNMP dan penyediaan kapal tangkap ikan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.

“Jadi beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, pembangunan KNMP di 65 lokasi telah menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja dengan rata-rata 270 orang di tiap daerah. 

Jenis pekerjaannya mulai dari kerja konstruksi, kerja nelayan, hingga kerja operasional KNMP. Jumlah tenaga kerja yang diserap diproyeksikan akan terus bertambah seiring fasilitas, logistik perikanan, hingga dukungan layanan hulu dan hilir terkelola. 

Pembangunan KNMP menjadi bagian dari prioritas nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perluasan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui social engineering.

Pembangunan KNMP pada tahap I menyasar 65 titik yang tersebar di seluruh pesisir Indonesia. Selanjutnya akan menyusul 35 titik tahap kedua yang rencananya dilanjutkan menjadi 1.000 titik pembangunan. 


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik