Starlink Pindahkan Orbit Satelit untuk Hindari Tabrakan

Starlink Pindahkan Orbit Satelit untuk Hindari Tabrakan

Terkini | idxchannel | Jum'at, 2 Januari 2026 - 13:24
share

IDXChannel - Starlink akan memulai konfigurasi ulang konstelasi satelitnya dengan menurunkan seluruh satelit yang saat ini mengorbit di ketinggian sekitar 550 kilometer (km) menjadi 480 km sepanjang 2026.

Menurut Wakil Presiden Teknik Starlink SpaceX Michael Nicolls, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan ruang angkasa, seiring meningkatnya kepadatan wahana antariksa di atas Bumi. 

Dengan menurunkan ketinggian, Starlink berharap dapat mengurangi risiko tabrakan antarsatelit maupun dengan puing antariksa.

Dilansir dari CNA pada Jumat (2/1/2026), rencana ini muncul setelah Starlink mengungkapkan pada Desember lalu bahwa salah satu satelitnya mengalami anomali di ruang angkasa.

Insiden ini menyebabkan terputusnya komunikasi dengan satelit tersebut pada ketinggian sekitar 418 km. Insiden tersebut tergolong kecelakaan kinetik yang jarang terjadi bagi operator internet satelit tersebut.

Perusahaan mengatakan satelit itu, yang merupakan bagian dari hampir 10.000 satelit dalam jaringan internet broadband Starlink, dengan cepat jatuh sekitar empat km dari ketinggian normalnya, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya ledakan internal.

“Menurunkan ketinggian satelit akan mempersempit orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa hal,” kata Nicolls dalam unggahan di platform media sosial X. 

Jumlah wahana antariksa di orbit Bumi telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring perusahaan dan negara berlomba meluncurkan puluhan ribu satelit untuk layanan internet serta layanan berbasis ruang angkasa lainnya seperti komunikasi dan pencitraan Bumi.

SpaceX, yang sejak lama dikenal melalui bisnis peluncuran roketnya, kini menjadi operator satelit terbesar di dunia melalui Starlink, jaringan yang memancarkan layanan internet broadband kepada konsumen, pemerintah, dan pelanggan korporasi. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik