Abdul El-Sayed Dukung Seruan Trump Pangkas Bantuan ke Israel, Siap Kerja Sama dengan Presiden

Abdul El-Sayed Dukung Seruan Trump Pangkas Bantuan ke Israel, Siap Kerja Sama dengan Presiden

Global | sindonews | Jum'at, 6 November 2026 - 15:43
share

Abdul El-Sayed, muslim Amerika Serikat pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS, pada hari Kamis menyuarakan dukungannya terhadap pernyataan Presiden Donald Trump mengenai pemangkasan bantuan untuk Israel. Ia mengatakan Washington harus berhenti mendanai militer yang dituduh melakukan kekejaman dengan menggunakan senjata buatan Amerika.

El-Sayed mengatakan kepada MS NOW bahwa ia setuju dengan posisi Trump dan bersedia bekerja sama dengan sang presiden untuk mengakhiri bantuan militer AS kepada Israel.

"Saya setuju dengannya dalam hal itu. Menurut saya, kita tidak seharusnya terus menyubsidi militer asing yang telah melakukan tindakan-tindakan terburuk dengan menggunakan uang kita. Saya setuju. Saya akan dengan senang hati bekerja sama dengannya untuk mewujudkan hal tersebut," ujarnya.

El-Sayed, yang terpilih pada hari Selasa, menekankan perlunya membedakan antara agama Yahudi dan orang Yahudi dengan tindakan negara Israel. Ia juga menolak upaya yang melabeli kritik terhadap Israel sebagai kebencian terhadap orang Yahudi.

Ia menyoroti kebijakan Israel di Tepi Barat yang diduduki serta pembatasan akses terhadap sumber daya dasar di Jalur Gaza, seraya menegaskan kembali pandangannya bahwa perang tersebut merupakan genosida."Kita diberi tahu bahwa jika kita ingin menentang pembunuhan terhadap anak-anak Palestina yang tidak berdosa, hal itu dianggap sebagai kebencian terhadap pihak tertentu," kata senator terpilih tersebut. "Padahal, ini justru didasari oleh rasa kasih sayang yang setara bagi anak-anak Palestina tersebut."

El-Sayed juga menyatakan komitmennya melindungi anak-anak dan keluarga Yahudi di AS, dengan merujuk pada pengalamannya sendiri sebagai seorang orang tua Muslim yang mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya.

Mengenai Trump, El-Sayed mengatakan ia bersedia bekerja sama dengan siapa pun. Ia berpendapat politik seharusnya berfokus pada penegakan hukum dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Amerika, bukan pada pembalasan dendam politik.

"Saya ingin membahas sesuatu karena menurut saya, banyak orang melihat politik kita sebagai permainan untuk membalas dendam terhadap pihak lawan," katanya.

"Ini bukan soal balas dendam. Seharusnya tidak pernah ada unsur balas dendam. Politik adalah tentang menegakkan hukum dan, yang terpenting, memberikan hasil nyata bagi masyarakat Amerika," pungkas dia.

Baca juga: Gadi Eisenkot Janji Israel akan Pulihkan Hubungan dengan AS dalam Kepemimpinannya

Topik Menarik