Polandia Kerahkan Pasukan Khusus GROM ke Perbatasan Kaliningrad Rusia, Ada Apa?

Polandia Kerahkan Pasukan Khusus GROM ke Perbatasan Kaliningrad Rusia, Ada Apa?

Global | sindonews | Jum'at, 6 November 2026 - 13:30
share

Polandia telah mengerahkan pasukan khusus GROM, tambahan penjaga perbatasan, dan unit antiterorisme kepolisian ke perbatasannya dengan wilayah Kaliningrad, Rusia. Langkah negara NATO tersebut menyusul pergerakan orang-orang yang tidak biasa pada Selasa malam.

Menurut Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk, aksi provokasi tersebut berhasil dicegah. Media lokal, Polskie Radio 24, melaporkan bahwa pasukan keamanan Polandia meningkatkan pengamanan perbatasan sebagai respons terhadap ancaman sabotase.

Baca Juga: Unit 4000 IRGC Iran Disebut Targetkan Tanjung Priok Indonesia, Benarkah?

Pasukan khusus GROM dan unit lain dikerahkan ke Provinsi Podlaskie dan Warmia-Masuria yang berbatasan dengan Kaliningrad.

Tusk mengatakan dirinya menerima informasi mengenai pergerakan orang-orang yang tidak baisa beberapa saat setelah tengah malam pada Selasa lalu. Sejumlah orang terlihat bergerak di sepanjang perbatasan dengan membawa senter berkekuatan tinggi.

"Kami dengan sangat cepat memobilisasi pasukan dan sumber daya yang diperlukan di wilayah tersebut, dan berhasil mencegah provokasi itu," katanya.Dia menambahkan bahwa Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa (SACEUR), Alexus Grynkewich, juga telah memperingatkan Polandia mengenai kemungkinan terjadinya provokasi di perbatasan dengan wilayah Kaliningrad.

Siapa Kelompok "Black Russians"?

Menurut laporan Polskie Radio 24, Jumat (6/11/2026), peristiwa tersebut kemungkinan berkaitan dengan kelompok yang menyebut dirinya "Black Russians" atau "Orang-Orang Rusia Hitam".

Stasiun radio tersebut mengaitkan kelompok ini dengan aksi sabotase yang terjadi pada Oktober di perbatasan Latvia.

Otoritas Latvia sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah pria bersenjata dan bertopeng membantu sekitar dua lusin migran menyeberang dari Belarusia ke Latvia.

Para pria tersebut juga menyerang tentara, merusak peralatan listrik pada pagar perbatasan, dan mencuri kamera pengawas.Setelah kejadian tersebut, muncul berbagai ancaman di kanal-kanal Rusia yang menyatakan bahwa kelompok "Black Russians" berencana melancarkan aksi sabotase baru terhadap negara-negara NATO.

Laporan Radio 24 menduga kelompok tersebut dibentuk oleh badan intelijen Rusia dan Belarusia yang mengkhususkan diri dalam operasi hibrida. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai keterkaitan tersebut.

Jurnalis Belarusia Dmitry Halko, yang tinggal di Polandia, sebelumnya mengatakan bahwa kelompok tersebut kemungkinan merupakan struktur proksi yang dirancang untuk menutupi tindakan tertentu sekaligus mengambil tanggung jawab atas berbagai insiden, termasuk sabotase di perbatasan.

Menurutnya, jika diperlukan, pemerintah Moskow secara resmi dapat menyangkal keterlibatan mereka dengan menyatakan: "Kami tidak ada hubungannya dengan mereka. Mereka hanyalah warga negara yang aktif dan sedang menyuarakan pandangan mereka."

Halko membandingkan kelompok tersebut dengan sosok yang dikenal sebagai "Little Green Men" atau "Orang-Orang Hijau Kecil", yang pernah disebut Presiden Rusia Vladimir Putin ketika Rusia mencaplok Crimea.

"Dulu mereka berwarna hijau, sekarang berubah menjadi hitam. Mereka hanya akan menjadi kedok yang sangat praktis untuk segala macam tindakan," ujar jurnalis tersebut.

Topik Menarik