Trump Tuding Iran Berupaya Dongkrak Harga Minyak Jelang Pemilu Paruh Waktu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Kamis menuduh Iran berupaya mendongkrak harga minyak global menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections). Pernyataan itu muncul seiring semakin memanasnya situasi di Selat Hormuz.
“Iran melakukan segala cara untuk menaikkan harga minyak menjelang pemilihan paruh waktu AS.
“Mereka bahkan mengarang-ngarang serangan palsu, pemasangan ranjau, dan berbagai hal lainnya, padahal saat ini jumlah minyak yang melewati Selat Hormuz justru lebih banyak dibandingkan sebelum konflik dimulai,” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Ia menuduh otoritas Iran terus membunuh para pengunjuk rasa dan pihak lain yang menentang pemerintah, dengan mengeklaim 75.000 pengunjuk rasa telah tewas dalam waktu kurang dari tujuh bulan.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegasnya.Sementara itu, harga minyak telah stabil setelah sempat melonjak tajam akibat kekhawatiran bahwa serangan berkelanjutan oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dapat mengganggu pasokan energi global.
Menurut Reuters, minyak mentah Brent diperdagangkan pada harga USD112,96 per barel, turun 0,2 persen, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3 persen menjadi USD98,12 dalam perdagangan awal di Asia.
Tolok ukur internasional tersebut sempat naik 4 persen pada hari Kamis, mencapai level penutupan tertinggi sejak awal Mei.
Meskipun mengalami sedikit penurunan pada hari Jumat, harga minyak Brent mencatatkan kenaikan mingguan selama tiga minggu berturut-turut, sementara harga WTI diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir.
Baca juga: Wali Kota Mamdani Tuntut Pembebasan Segera Warga New York yang Ditahan Israel saat Panen Zaitun









