Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet: 16 Tewas, 399 Rumah Roboh, Orang-orang Berlarian
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah pegunungan di Tibet, China, pada Kamis malam. Gempa dahsyat ini menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
Pusat gempa berada di Baqen County, wilayah Nagqu, menurut laporan kantor berita Xinhua, Jumat (23/10/2026), mengutip biro manajemen darurat setempat.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Tibet, Korban Tewas Jadi 53 Orang, 3 Negara Lain Terguncang
Baqen County terletak di wilayah yang disebut China sebagai Daerah Otonom Tibet, setelah wilayah itu dianeksasi pada 1950-an. Lokasinya sekitar 400 kilometer di timur laut Lhasa, ibu kota wilayah tersebut.
Pihak berwenang telah menetapkan status darurat dan mengerahkan tim penyelamat ke daerah terdampak. Sebanyak 32 orang lainnya dilaporkan terluka.Listrik terputus, sementara 339 rumah dilaporkan roboh di wilayah yang terdampak.Runtuhan batu memaksa sejumlah jalan di wilayah tersebut ditutup sehingga menyulitkan tim penyelamat mencapai daerah terdampak yang berada di dataran tinggi.
Guncangan kuat juga dirasakan di Kota Qamdo dan Nyingchi, Tibet.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga desa berlarian ke jalan ketika bangunan berguncang hebat dalam kegelapan. Namun, keaslian video-video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Wilayah tersebut memang rawan mengalami aktivitas seismik yang merusak.
Pada 2023, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 menewaskan lebih dari 120 orang di Provinsi Gansu, wilayah pegunungan di China yang berdekatan.Tibet dan Nepal juga baru-baru ini dilanda banjir besar dan tanah longsor yang dahsyat, kurang dari dua bulan lalu. Bencana yang dipicu oleh runtuhnya gletser tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang. Ratusan orang lainnya masih dilaporkan hilang.
Tibet, yang telah lama menuntut otonomi lebih besar, merupakan salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat di China.
Media asing menghadapi pembatasan untuk meliput dari wilayah tersebut, sementara informasi sangat disensor oleh pihak berwenang. Akibatnya, media pemerintah China menjadi sumber utama informasi terbaru dan perincian ketika bencana semacam ini terjadi.





