3 Kapal Induk Siap Serbu Iran, Pakar Militer Sebut Teharan Tetap Percaya Diri dengan Strategi Landak

3 Kapal Induk Siap Serbu Iran, Pakar Militer Sebut Teharan Tetap Percaya Diri dengan Strategi Landak

Global | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 01:10
share

Analis militer Alexandru Hudisteanu mengatakan satu lagi kapal induk AS sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah dan kemungkinan akan tiba tepat sebelum pemilihan umum sela AS.

"Kita akan melihat kehadiran tiga kapal induk secara bersamaan di kawasan tersebut, yang meningkatkan tekanan militer yang dapat diberikan AS terhadapIran. Hal ini menunjukkan adanya berbagai opsi," ujar Hudisteanu kepada Al Jazeera.

"Ini memperluas ragam perangkat yang dimiliki AS. Kita berbicara tentang tiga sayap udara kapal induk yang mampu menjalankan misi tempur selama 24 jam sehari. Selain itu, ada unit ekspedisi Marinir yang bergabung dengan kapal induk ketiga ini."

Hal ini memberikan lebih banyak pilihan bagi para pejabat pemerintahan Trump "jika mereka ingin beralih ke jenis negosiasi atau diplomasi yang bersifat memaksa secara militer," katanya.

Hudisteanu mencatat bahwa selama tujuh bulan perang ini, Iran telah memetik banyak pelajaran dan menerapkan "strategi landak", yang menegaskan bahwa "biayanya begitu besar sehingga lawan tidak akan melakukannya".Kemudian, Iran akan meningkatkan kemampuan rudal jarak jauhnya mengingat posisi pasukan AS kini berada sejauh 1.000 km (620 mil) dari pantai Iran. Itu diungkapkan juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia.

"Selama perang ini, kami menyimpulkan bahwa kami mutlak harus meningkatkan jangkauan rudal kami, dan kini kami telah melangkah ke arah tersebut," ujarnya kepada kantor berita Fars.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan kepada para duta besar dan diplomat asing pada hari Minggu bahwa Teheran berharap Washington akan memilih jalur diplomasi, namun ia memperingatkan bahwa pihaknya siap merespons jika AS kembali memilih tindakan militer.

Pada hari Kamis, sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Iran sedang mempersiapkan respons yang lebih luas dan lebih keras jika AS kembali melancarkan serangan militer berskala besar.

"Jika mereka kembali beralih ke solusi militer, kami jauh lebih siap dibandingkan sebelumnya dan akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk membela diri," kata Araghchi.

Topik Menarik