Putra Mahkota Mohammed bin Salman: Houthi Memilih Chaos, Arab Saudi Tak Akan Kompromi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan kelompok pemberontak Houthi telah memilih chaos (kekacauan) dan kehancuran yang mengancam rakyat Yaman dan kawasan Timur Tengah. Dia pun berjanji tidak akan berkompromi mengenai keamanan Kerajaan Saudi dalam menghadapi serangan oleh kelompok tersebut.
Dalam pidato yang disampaikan pada hari Rabu mewakili Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud saat pembukaan tahun ketiga sesi kesembilan Dewan Syura Arab Saudi, Pangeran MBS mengatakan, "Kerajaan tak akan ragu untuk merespons dengan tegas setiap ancaman atau serangan yang bertujuan melemahkan keamanannya."
Baca Juga: Langka, Grand Mufti Minta Tentara Arab Saudi Siap Korbankan Nyawa untuk Melawan Houthi
Dia menyoroti Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang bersifat trilateral dengan Turki dan Pakistan—yang diresmikan pada bulan Agustus. "Aliansi ini menunjukkan niat kepemimpinan Saudi untuk memperkuat stabilitas kawasan, melindunginya dari dampak ketegangan dan konflik, serta mengoordinasikan berbagai upaya," paparnya, yang dilansir Al Jazeera, Kamis (1/10/2026).
Pada saat yang sama, sang putra mahkota mengatakan bahwa Arab Saudi melakukan segala upaya yang mungkin untuk meredakan ketegangan. "Dan mendukung solusi diplomatik tanpa sedikit pun kompromi dalam menjaga keamanan kami," ujarnya.Pangeran MBS juga menyinggung soal penargetan kapal-kapal oleh Houthi di Laut Merah di sepanjang Selat Bab al-Mandeb, serta menolak penggunaan jalur pelayaran internasional sebagai alat untuk memberikan tekanan politik atau ekonomi.Dia mengatakan bahwa sebuah koalisi maritim pertahanan multinasional telah dibentuk untuk memastikan kepentingan bersama terlindungi di jalur pelayaran internasional.
Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Houthi yang pro-Iran telah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, di tengah pertempuran mereka melawan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh dan diakui secara internasional.
Pekan lalu, Riyadh menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang ditujukan ke Taif di wilayah barat Arab Saudi dan kawasan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Houthi juga mengeklaim telah menyerang target sensitif di ibu kota Saudi, Riyadh, serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu.
Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menyatakan bahwa Islamabad akan mengerahkan segala cara untuk membantu Arab Saudi berdasarkan pakta pertahanan bersama jika serangan Houthi terhadap kerajaan tersebut terus berlanjut.





