Amnesty Tuding Prancis Terapkan Standar Ganda terkait Pesawat Netanyahu

Amnesty Tuding Prancis Terapkan Standar Ganda terkait Pesawat Netanyahu

Global | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 21:31
share

Amnesty International menuduh Prancis menerapkan "standar ganda" setelah mengizinkan pesawat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melintasi wilayah udaranya. Kejadian itu saat Presiden Emmanuel Macron menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Bukankah Prancis turut melanggengkan impunitas ketika mengizinkan akses ke wilayahnya bagi perdana menteri Israel, yang dicari atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan?" ujar Amnesty melalui platform X.

Kelompok hak asasi manusia tersebut menyatakan Macron telah melontarkan "pernyataan-pernyataan bagus" di Majelis Umum PBB pada hari Selasa mengenai pembelaan terhadap hukum internasional dan keadilan, sementara pada hari yang sama Prancis justru mengizinkan pesawat Netanyahu terbang melintasi wilayahnya untuk kelima kalinya.

Netanyahu merupakan subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Tindakan Harus Selaras dengan Pidato yang Bagus

Kelompok tersebut juga mempertanyakan sikap Prancis terkait Gaza, dengan mengutip pernyataan Macron, "Namun, apa arti kredibilitas kita jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza?""Bukankah Prancis berisiko terlibat aktif dalam genosida di Gaza dengan tetap melanjutkan pengiriman peralatan militer ke Israel?" kata Amnesty.

Kelompok hak asasi tersebut juga menuduh Prancis menerapkan "standar ganda" terkait posisinya di Mahkamah Internasional (ICJ).

Mereka menyoroti Prancis bekerja sama dengan Gambia dalam kasus dugaan genosida terhadap Muslim Rohingya, namun tidak melakukan hal serupa dengan Afrika Selatan dalam kasus terkait Gaza.

"Prancis harus membela hukum internasional. Lebih dari sebelumnya," tegas Amnesty.

"Namun, tindakan Prancis harus selaras dengan pidato-pidatonya yang bagus," tambah kelompok tersebut.

Pidato Macron di PBB

Macron mengatakan kepada Majelis Umum PBB pada hari Selasa bahwa kredibilitas komunitas internasional sedang dipertaruhkan jika mereka tetap tidak bertindak terkait Gaza, seraya menyebut pembatasan bantuan kemanusiaan yang terus berlanjut sebagai tindakan yang "memalukan."

Ia juga memperingatkan hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa sedang menghadapi tantangan serius di tengah berbagai konflik di seluruh dunia.

"Kejahatan perang telah dilakukan secara sistematis layaknya industri," ujar Macron, seraya menambahkan "kerangka perlindungan" Konvensi Jenewa sedang dilumpuhkan.

"Kita tidak bisa begitu saja menerima tatanan impunitas baru yang coba dibangun oleh pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Baca juga: Rusia Respons Undangan AS pada Putin untuk Hadiri KTT G20 di Miami

Topik Menarik