Turki Peringatkan Serangan Baru terhadap Iran akan Tingkatkan Konflik Regional
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan serangan baru terhadap Iran akan semakin menyebarkan perang dan konflik di seluruh kawasan. Pernyataan itu muncul seiring memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Intervensi militer di Iran sama sekali bukan sebuah solusi. Saat ini, tidak ada pihak yang mendukung langkah tersebut,” ujar Hakan Fidan kepada para wartawan usai pertemuan R4+E3 di Istanbul—pertemuan pertama yang menggunakan format ini.
Amerika Serikat dan Israel dikabarkan telah menyusun rencana untuk melancarkan serangan kembali terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Perang yang pecah pada akhir Februari lalu hingga kini belum terselesaikan, meskipun telah ada gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk merampungkan kesepakatan damai.
Mengenai perang Rusia-Ukraina, Fidan menyatakan, “Perang ini harus diakhiri, atau jika tidak, pihak-pihak yang terlibat harus menyepakati pengecualian terkait isu energi dan biji-bijian.”Mekanisme R4 dibentuk oleh Turki, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi dengan prinsip kepemilikan regional, yang bertujuan mendukung stabilitas jangka panjang serta memperkuat dialog mengenai berbagai isu kawasan.
Sementara itu, mekanisme E3—yang terdiri dari Jerman, Inggris, dan Prancis—berawal dari kerja sama diplomatik trilateral terkait program nuklir Iran yang dimulai pada tahun 2003.
Baca juga: Warga Israel Sadar Tepi Barat Berada di Ambang Ledakan







