Kota Suci Umat Islam Diserang Houthi, Akankah Aliansi Mekkah Bantu Saudi?
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Rabu mengutuk keras upaya serangan drone yang menargetkan Mekkah, menegaskan kembali dukungan Islamabad bagi Arab Saudi serta menyerukan pengendalian diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut. Apakah itu akan menjadi sinyal Aliansi Mekkah yang beranggotakan Turki dan Pakistan akan membantu Arab Saudi.
"Saya mengutuk keras upaya serangan drone yang pengecut dan keji terhadap Situs Suci Mekkah," ujar Sharif dalam sebuah unggahan di X, seraya menambahkan bahwa rakyat Pakistan merasa "sedih dan resah" akibat insiden tersebut.
Perdana Menteri Pakistan itu memuji "kewaspadaan, keberanian, dan profesionalisme" Angkatan Bersenjata Kerajaan Arab Saudi atas respons mereka terhadap upaya serangan tersebut.
Nasib Pria Kosovo: Jadi Mata-mata CIA hingga Menyusup ke al-Qaeda, tapi Kini Bakal Diusir AS
Sharif juga mendesak semua pihak untuk menunjukkan "pengendalian diri maksimal" dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut, seraya menyatakan bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan menuju perdamaian."Pakistan berdiri teguh, bahu-membahu bersama Kerajaan Arab Saudi yang bersahabat, dalam mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya, serta demi keamanan dan kesucian" dua masjid suci, ujarnya.
Sistem pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Mekkah sekitar pukul 18.50 waktu setempat pada hari Selasa, sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terlarang kota suci itu; demikian menurut Koalisi Pimpinan Saudi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman. Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Malki, mengatakan drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman dan menyebut keamanan Mekkah sebagai "garis merah." Kelompok Houthi membantah telah menargetkan Mekkah atau situs keagamaan lainnya.
Insiden ini terjadi di tengah kembali meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Otoritas Saudi menyatakan bahwa 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal dan drone yang menargetkan Khamis Mushait, Abha, dan Taif pada awal pekan ini. 000
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman sebelum pesawat itu memasuki wilayah udara terlarang di atas Makkah; demikian disampaikan oleh Koalisi Pimpinan Saudi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman pada hari Rabu.
Drone tersebut dicegat di sebelah selatan Makkah pada pukul 18.50 waktu setempat hari Selasa, 15 September, kata juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Malki, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency.Juru bicara tersebut mengatakan bahwa insiden ini merupakan upaya kedua kelompok Houthi untuk menargetkan Makkah, menyusul peristiwa yang ia sebut sebagai serangan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Ia mengecam insiden terbaru ini sebagai upaya untuk menargetkan salah satu situs paling suci dalam Islam dan mengintimidasi jemaah umrah, serta membahayakan warga negara dan penduduk setempat.
Al-Malki mengatakan bahwa upaya serangan tersebut juga dimaksudkan untuk memancing emosi jutaan umat Islam di seluruh dunia.
"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah umrah adalah garis merah," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Komando Pasukan Gabungan koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang ia sebut sebagai langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat mencegah terhadap kelompok Houthi dan serangan-serangan mereka.





