Bocah 15 Tahun Ini Jadi Pembunuh Bayaran dan Bodyguard Bos Kartel Narkoba
Seorang bocah remaja yang baru berusia 15 tahun menjadi pemimpin tim pembunuh bayaran di Meksiko. Dia juga menjadi bodyguard pamannya yang merupakan pemimpin kartel narkoba.
Bocah, yang diidentifikasi sebagai Alberto “Chuchito Nini” Sandoval, tersebut tewas bersama sang paman dalam baku tembak dengan aparat keamanan di negara bagian Michoacan, Meksiko barat, pada 30 Agustus lalu. Demikian pengumuman pemerintah setempat, yang dikutip The New York Post, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Kantor Kejaksaan Agung Michoacan mengatakan Sandoval diduga memimpin tim pembunuh bayaran dan menggunakan akun media sosialnya sebagai sarana untuk merekrut anak di bawah umur lainnya ke dalam kartel narkoba.
Sandoval, sebagaimana dilaporkan media lokal, dikenal sebagai pengawal pribadi pamannya, Luis “El R-5” Barragan (39), sang pemimpin Cartel de Los Reyes.Barragan telah menjadi buronan Amerika Serikat (AS) atas tuduhan perdagangan narkoba.Kementerian Keamanan Meksiko mengatakan pasukan militer dan Garda Nasional Meksiko melakukan operasi bersama Kantor Kejaksaan Agung Michoacan dan kepolisian negara bagian setelah menerima informasi intelijen mengenai keberadaan Barragan pada 30 Agustus lalu.
Pasukan gabungan pemerintah tersebut disambut dengan tembakan di sebuah peternakan di wilayah Tocumbo, yang memicu respons tegas. Sandoval dan Barragan dinyatakan tewas di tempat kejadian.
Foto-foto di dua akun Instagram—yang dilaporkan milik Sandoval—memperlihatkan dirinya saat lebih muda, mengenakan kaus tim Chivas de Guadalajara dan berpose dengan sebuah bola. "Kenangan," bunyi keterangan foto dalam bahasa Spanyol.
Namun, gambar-gambar lain memberikan bukti mengenai peran barunya yang kelam dalam keluarga tersebut.
Sebuah foto memperlihatkan Sandoval mengenakan perlengkapan taktis militer lengkap, memegang senapan serbu dengan satu tangan sementara satu senjata lainnya tergantung di pinggangnya. Sebuah pistol tampak terselip di dalam sarung senjata yang melilit salah satu kakinya.Barragan menjadi pemimpin Cartel de Los Reyes tak lama setelah penangkapan bos kelompok kriminal tersebut sebelumnya, Alfonso “Poncho la Quiringua” Fernandez, yang ditangkap di Los Reyes, Michoacan pada 1 Agustus.
Analis keamanan Meksiko, David Saucedo, mengatakan kepada The New York Post bahwa kisah Sandoval tidak jauh berbeda dengan nasib puluhan anak pra-remaja dan remaja yang dipaksa bekerja sebagai pengedar dan pembunuh bayaran bagi kartel narkoba serta organisasi kriminal.
"Jajaran atas perdagangan narkoba di Meksiko terdiri dari keluarga; pada kenyataannya, itu adalah bisnis keluarga," jelas Saucedo. "Akibatnya, suksesi dinasti menjadi hal yang lumrah."
"Kendali kartel diwariskan dari ayah ke anak laki-laki, ayah ke keponakan, paman ke keponakan, atau antar-saudara kandung. Karena kartel Meksiko beroperasi layaknya bisnis keluarga, keponakan El R-5 tidak melalui proses perekrutan seperti yang—sayangnya—harus dialami oleh begitu banyak anak muda Meksiko lainnya. Situasinya unik: dia merupakan bagian dari lingkaran dalam seorang pemimpin kriminal," paparnya.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menulis di platform X bahwa Departemen Luar Negeri AS telah secara resmi mengajukan permintaan ekstradisi terhadap Barragan. AS menawarkan imbalan sebesar USD3 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Barragan. Dia dicari atas tuduhan terkait narkoba dan senjata api yang diajukan oleh pengadilan federal Distrik Columbia pada Juli 2023 dan dibuka untuk umum dua tahun kemudian.
Menurut Homeland Security Investigations (HSI) AS, Barragan adalah kepala eksekutor bagi kartel tersebut, yang merupakan faksi dari Carteles Unidos.
Carteles Unidos—yang dibentuk sebagai aliansi kartel-kartel kecil di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Estado de México untuk melawan ancaman dari kartel serta organisasi kriminal yang lebih besar—ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing dan Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus (SDGT) oleh Departemen Luar Negeri AS pada Februari 2025.
"Operasi yang dilakukan otoritas Meksiko ini menunjukkan hasil yang dapat dicapai melalui tekanan berkelanjutan terhadap organisasi kriminal dan teroris," tulis Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Jackson, di platform X.







