2 Diplomat Prancis Menyusup dan Ikut Campur Tangan, Iran Marah Besar!

2 Diplomat Prancis Menyusup dan Ikut Campur Tangan, Iran Marah Besar!

Global | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:21
share

Kementerian Intelijen Iran memperingatkan Prancis agar tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut. Mereka menyatakan bahwa Paris harus memberikan penjelasan atas aktivitas ilegal para diplomatnya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, kementerian tersebut mengatakan bahwa aparatnya menemukan keberadaan dua diplomat Prancis di sebuah tempat pertemuan rahasia saat melaksanakan perintah pengadilan untuk menangkap dua tersangka dalam kasus besar yang melibatkan penyusupan dan campur tangan asing.

Pada bulan Juli 2026, dua diplomat Prancis sempat ditahan sebentar di Teheran setelah mereka ditemukan dalam sebuah pertemuan yang terkait dengan penyelidikan keamanan.

Prancis menuduh aparat keamanan Iran memperlakukan para diplomat tersebut dengan buruk, sementara Teheran menepis tuduhan itu dan menyatakan bahwa mereka diperiksa karena perilaku yang "tidak lazim".

Kementerian tersebut menyatakan bahwa kedua diplomat itu memiliki "catatan panjang mengenai pelanggaran dan perilaku yang bertentangan dengan hukum domestik serta kewajiban diplomatik."

Setelah identitas mereka diverifikasi, masalah tersebut dilaporkan ke Kementerian Luar Negeri, dan para diplomat itu diserahkan kepada duta besar Iran untuk Prancis dengan disaksikan oleh polisi diplomatik, demikian pernyataan tersebut.

Kementerian itu lebih lanjut mengatakan bahwa Prancis kemudian meluncurkan kampanye media yang bertujuan mengalihkan perhatian dari pelanggaran-pelanggaran tersebut, seraya menyebutkan bahwa pemeriksaan awal terhadap dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi kejadian mengungkap adanya proyek yang melibatkan penyusupan dan campur tangan asing.

"Penyelidikan awal mengindikasikan adanya perencanaan dan perancangan proyek berskala luas yang bertujuan untuk melakukan infiltrasi, intervensi asing, dan membuka jalan bagi Prancis untuk bertindak melawan kemerdekaan negara tersebut—melalui identifikasi, pembentukan kontak rahasia di dalam maupun luar negeri, serta pembangunan jaringan yang menjunjung prinsip kerahasiaan bersama sejumlah individu yang menjadi target pihak asing," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah memprotes perilaku "tidak lazim" dua diplomat Prancis di Teheran dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis.Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa dokumen-dokumen yang ditemukan sebagai bagian dari proyek itu memuat tanda tangan mantan duta besar Prancis untuk Iran, seraya menegaskan bahwa pemerintah Prancis harus memberikan penjelasan atas tindakan mereka.

"Mengingat adanya infiltrasi dan intervensi yang nyata dalam urusan internal Iran—terutama di masa perang—serta pelanggaran terang-terangan terhadap hukum negara dan penyimpangan dari kerangka kerja diplomatik yang telah terbukti secara konklusif dalam proyek ini, Kementerian Intelijen memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan tamu diplomatik melakukan tindakan ilegal dan intervensionis," tegas pernyataan itu.

Pihaknya menambahkan bahwa segala bentuk pengulangan tindakan tersebut akan berujung pada "tindakan tegas terhadap para pelakunya."

Kementerian tersebut juga menyinggung undang-undang Prancis tahun 2024 yang bertujuan mencegah intervensi asing, seraya menyatakan bahwa Paris semestinya memahami prinsip-prinsip yang melarang intervensi asing.

Pernyataan itu mendesak pemerintah Prancis untuk lebih berfokus pada masalah domestik dan kebutuhan sosial ketimbang mencampuri urusan negara-negara berdaulat.

Topik Menarik