Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Pemimpin oposisi yang juga mantan Perdana Menteri (PM) Zionis Israel, Yair Lapid, gusar dengan kesepakatan damai yang sedang diselesaikan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kesepakatan itu buruk bagi Israel
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan itu akan ditandatangani pada hari Minggu (14/6/2026), sementara Iran mengatakan nota kesepahaman akan disepakati dalam beberapa hari mendatang, tanpa mengonfirmasi tanggal yang pasti.
Baca Juga: Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
“Kesepakatan yang muncul tidak mencapai satu pun tujuan perang Israel. Rezim (Iran) tetap bertahan, program rudalnya tetap utuh, dan Iran dapat membangun kembali program nuklirnya,” tulis Lapid di X.
Dia berpendapat bahwa kesepakatan itu merupakan “kegagalan total” Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.AS dan Israel melancarkan kampanye militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran di seluruh Timur Tengah. Agresi gabungan itu juga memaksa Iran menutup Selat Hormuz untuk hampir semua pelayaran, memicu lonjakan harga energi global. Aski saling serang reguler sebagian besar berhenti setelah gencatan senjata tercapai pada 8 April.
Meskipun detail pasti dari kesepakatan AS dan Iran belum dipublikasikan, Trump mengatakan Iran akan berjanji untuk tidak mencari senjata nuklir, sementara AS akan mengurangi dan menghancurkan persediaan uranium yang diperkaya milik Republik Islam Iran.
Iran telah lama bersikeras bahwa pengayaan uranium adalah hak kedaulatannya. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa nota kesepahaman akan berfokus pada pengakhiran perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sambil memberikan jangka waktu 60 hari untuk negosiasi lebih lanjut tentang program nuklir Iran. Teheran telah berulang kali membantah memiliki rencana untuk mengembangkan senjata nuklir.
AS dan Israel sebelumnya telah menuntut agar Iran sepenuhnya membongkar program nuklirnya dan menyerahkan seluruh persediaan uranium yang diperkaya. Netanyahu juga berulang kali menyerukan kepada rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
“Selama saya menjadi perdana menteri Israel, Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir. Ada kesepakatan penuh antara Presiden Trump dan saya tentang masalah ini,” kata Netanyahu pada hari Jumat.
Namun, menurut laporan Axios dan CNN, berita bahwa kesepakatan hampir tercapai mengejutkan Netanyahu. Trump mengatakan Israel tidak punya pilihan selain menerima perjanjian tersebut dan mengakui telah menekan Netanyahu untuk menghentikan serangan udara di Lebanon selama beberapa percakapan telepon yang panas.
Baik Partai Demokrat maupun Partai Republik yang berbeda pendapat telah menuduh Trump berperang dengan Iran atas nama Israel. Trump telah menolak klaim tersebut, dan bersikeras bahwa dia bertindak demi kepentingan Amerika Serikat.










