12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China

12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China

Global | sindonews | Minggu, 7 Juni 2026 - 21:25
share

Jutaan siswa di seluruh China pada hari Minggu menuju pusat-pusat ujian untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi terbesar di dunia, juga dikenal sebagai gaokao, di tengah serangkaian langkah, termasuk sistem anti-kecurangan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan proses ujian yang adil dan lancar, lapor media pemerintah.

"Sebanyak 12,9 juta siswa mendaftar untuk gaokao tahun ini, turun 450.000 dari tahun 2025, ketika sekitar 13,35 juta siswa mendaftar untuk ujian tersebut," menurut Kementerian Pendidikan China.

Sebanyak 7.981 pusat ujian dan sekitar 348.000 ruang ujian telah didirikan di seluruh negeri. Bahasa Mandarin dan matematika adalah mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama ujian, seperti yang dilaporkan oleh harian berbahasa Inggris lokal, Global Times.

Pihak berwenang mengerahkan berbagai teknologi sumber daya, termasuk sistem pemantauan bertenaga AI dan gerbang pemeriksaan keamanan pintar, untuk mencegah kecurangan selama ujian.

Para kandidat tidak diperbolehkan membawa telepon seluler, jam tangan pintar, kacamata pintar, atau perangkat komunikasi nirkabel lainnya ke pusat ujian.

Di Beijing, siswa dan orang tua mulai berkumpul di luar pusat ujian beberapa jam sebelum ujian. Banyak ibu mengenakan qipao, gaun tradisional Tiongkok yang sering dikenakan selama gaokao sebagai simbol keberuntungan.

Petugas polisi dan sukarelawan menawarkan bantuan kepada siswa dan orang tua, sementara pos layanan sementara membantu para kandidat menyelesaikan masalah identifikasi di menit-menit terakhir.

Di Yuncheng, provinsi Shanxi utara Tiongkok, pusat ujian telah dilengkapi dengan fasilitas pendingin, sistem audio cadangan, dan dukungan medis 24 jam.

Seiring universitas berupaya memenuhi kebutuhan strategis dan industri negara yang sedang berkembang, para calon mahasiswa berpotensi memiliki akses ke lebih banyak pilihan akademik, dengan sejumlah jurusan baru seperti kecerdasan terwujud dan ilmu komputer-otak yang diperkenalkan.

Berbagai universitas di China telah meluncurkan program sarjana baru seperti kecerdasan terwujud, ekonomi dan manajemen dataran rendah, serta intelijen maritim dan teknologi tanpa awak, yang berupaya memenuhi kebutuhan strategis dan industri negara yang sedang berkembang.

Topik Menarik