Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon

Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon

Global | sindonews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:22
share

Perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada pasukannya untuk merebut setidaknya 70 kendali atas Gaza hanyalah "awal". Peringatan itu diungkap Khaled Elgindy, peneliti senior di lembaga think tank Quincy Institute.

“Semua indikasi menunjukkan ini adalah bagian dari rencana [Netanyahu] untuk merebut kendali atas seluruh Gaza dan mengosongkan penduduknya,” kata Elgindy kepada Al Jazeera.

Meskipun Dewan Perdamaian "seharusnya menjadi penjaga dan penegak" gencatan senjata dan perjanjian perdamaian yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas di Gaza, ia menambahkan bahwa "itu hanyalah fiksi".

Sementara itu, kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan tiga orang tewas pagi ini dalam serangan Israel di kota Khan Younis di Gaza selatan.

Satu drone Israel menargetkan para korban di daerah Al-Mawasi, Khan Younis, menurut Wafa, menyebabkan tiga orang tewas dan lainnya terluka.Penembakan Israel terpisah juga melukai warga Palestina di daerah yang sama, menurut Wafa.

Di bagian utara Jalur Gaza, lima orang terluka dalam serangan Israel di Jalan Yarmouk di Kota Gaza, menurut laporan tersebut.

Militer Israel mengatakan telah mencegat "target udara mencurigakan" yang diidentifikasi di daerah tempat pasukan Israel beroperasi di Lebanon selatan.

Sebelumnya, militer Israel mengeluarkan peringatan serangan udara untuk daerah-daerah di Israel utara.

Para pejabat militer Lebanon dan Israel dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan keamanan pertama mereka hari ini di Washington, DC, di tengah upaya yang goyah untuk mengakhiri serangan mematikan dan invasi Israel terhadap tetangga utaranya, lapor kantor berita Associated Press.Meskipun Lebanon dan Israel baru-baru ini sepakat memperpanjang "gencatan senjata" yang pertama kali disepakati pada pertengahan April, serangan Israel justru meningkat dengan militer Israel mendorong pasukannya lebih dalam ke negara itu dan memerintahkan semua penduduk Lebanon selatan untuk mengungsi ke utara.

An-Nahar, surat kabar harian berbahasa Arab terkemuka di Lebanon, mengatakan "tidak mudah" untuk memprediksi "apa yang mungkin dihasilkan dari negosiasi militer langsung Lebanon-Israel, yang disponsori Amerika Serikat, hari ini di Pentagon".

Dalam unggahan di media sosial, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan "tidak ada yang dapat membenarkan" serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, yang "hanya memperkuat tekad kami akan perlunya gencatan senjata segera, berupaya menuju penarikan penuh Israel dari tanah kami, dan memperluas otoritas Negara atas seluruh wilayahnya."

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Upaya AS Tabur Perpecahan, Negara-negara Teluk Kecam Teheran

Topik Menarik