Selain UEA, Arab Saudi Gelar Serangan Terselubung ke Iran saat Perang 40 Hari
Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara "terselubung" terhadap Iran pada akhir Maret sebelum "mengancam" Republik Islam dengan agresi lebih lanjut.
Reuters memuat laporan tersebut, mengutip "seorang pejabat Barat" yang menggambarkan serangan tersebut sebagai "serangan balasan." Pejabat tersebut mengatakan agresi itu datang "sebagai pembalasan atas serangan terhadap Arab Saudi," tanpa secara tepat mengungkapkan alasan di balik serangan yang dimaksud.
Kerajaan Arab Saudi telah berulang kali menuduh Republik Islam memiliki niat jahat atau berkontribusi pada agresi terhadap wilayahnya, tuduhan yang telah ditolak mentah-mentah oleh Teheran dalam semua kesempatan.
Kantor berita tersebut mengatakan tidak dapat secara independen mengkonfirmasi target serangan tersebut.
Sementara itu, laporan tersebut mengutip seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Saudi yang mengulangi pernyataan resmi Riyadh tentang "menganjurkan de-eskalasi, pengendalian diri, dan pengurangan ketegangan dalam upaya mencapai stabilitas, keamanan, dan kemakmuran kawasan dan rakyatnya."
Para pejabat Barat yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan bahwa kerajaan tersebut kemudian "mengancam" Teheran dengan "pembalasan lebih lanjut."
Kerajaan tersebut mengizinkan penggunaan wilayahnya secara luas oleh Amerika Serikat untuk menargetkan Iran selama serangan agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan terhadap Republik Islam.
Angkatan Bersenjata Iran menanggapi dengan melancarkan setidaknya 100 gelombang pembalasan yang menentukan dan berhasil terhadap target-target Amerika di seluruh wilayah tersebut, termasuk yang berada di kerajaan dan banyak negara Arab lainnya di sepanjang garis pantai Teluk Persia.
Sementara itu, Teheran akan sangat menyarankan negara-negara tersebut untuk tidak berkontribusi pada agresi tersebut, dan mencatat bagaimana keberadaan pos-pos musuh telah mengakibatkan ketidakamanan mereka daripada melayani kepentingan mereka.Pada hari Senin, The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab melakukan serangkaian serangan "terselubung" terhadap Iran selama agresi Amerika-Israel.
Mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu mengatakan salah satu serangan menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, pada awal April.
Salah satu sumber yang dikutip oleh The Journal mengatakan Amerika Serikat diam-diam menyambut kontribusi UEA terhadap agresi dengan cara seperti itu.
Laporan tersebut muncul di tengah tuduhan berulang kali dari para pejabat Emirat terhadap Iran tentang penargetan negara mereka yang "disengaja" dan "tidak beralasan". Republik Islam Iran secara tegas menolak klaim tersebut, menggarisbawahi bahwa tindakan pembalasan mereka semata-mata ditujukan pada target musuh di dalam Emirat.










