Pesawat Frontier Bawa 231 Orang Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas, Potongan Tubuh Korban Berserakan
Sebuah pesawat Frontier yang membawa 231 orang—224 penumpang dan tujuh awak—telah menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas karena menghalangi jalur pesawat saat lepas landas. Insiden ini meninggalkan potongan tubuh korban berserakan di landasan pacu Bandara Internasional Denver di Amerika Serikat (AS).
Korban, yang identitasnya belum diungkap pihak berwenang, telah melompati pagar pembatas dan tertabrak pesawat yang sedang lepas landas.
Baca Juga: Pesawat Hercules Bawa 125 Orang Jatuh dan Meledak, Korban Tewas Jadi 66 Orang
“Menara, Frontier 4345, kami berhenti di landasan pacu. Eh, kami baru saja menabrak seseorang, ada kebakaran mesin,” kata seorang pilot Frontier kepada petugas pengontrol lalu lintas udara, menurut rekaman audio dari ATC.com.
Jelang Perundingan dengan Iran, Trump: AS Memuat Kapal-kapal dengan Senjata Berjumlah Lebih Besar
“Ada seorang individu yang berjalan melintasi landasan pacu," ujarnya.“Saya memang menemukan potongan tubuh di landasan pacu. Saya yakin pesawat itu menabrak seseorang,” lanjutnya. “Tampaknya ada sisa-sisa tubuh manusia di landasan pacu.”
Mengutip laporan dari CBS News, Minggu (10/5/2026), insiden itu terjadi pada Jumat malam waktu setempat ketika pesawat Airbus A321 yang dioperasikan Frontier tersebut sedang lepas landas dari Denver menuju Los Angeles.Menurut pernyataan Frontier Airlines dan pihak bandara, korban yang tak dikenal tersebut tiba-tiba menyeberang landasan pacu sekitar pukul 23.19.
Pihak bandara membenarkan bahwa orang tersebut telah tewas.
Menurut Frontier Airlines, asap dilaporkan terlihat di kabin setelah insiden. Pilot pun membatalkan lepas landas dan menghentikan pesawat. Penumpang dievakuasi menggunakan seluncuran, kemudian diangkut kembali ke terminal bandara dengan bus.
Pemimpin Oposisi Taiwan Sowan ke Beijing, Presiden China Xi Jinping Sesumbar Kebangkitan Besar
Tidak ada cedera serius yang dilaporkan di antara 224 penumpang dan tujuh awak pesawat, kata Frontier. Pihak bandara mengatakan 12 orang melaporkan cedera ringan, dan lima di antaranya dibawa ke rumah sakit setempat. Pihak bandara mengatakan sebagian besar penumpang telah meninggalkan Denver dengan penerbangan Frontier yang baru.John Anthens bersama putranya, Jacob, berada di pesawat tersebut, dan berbicara dengan CBS News setelah kejadian itu. Dia mengatakan bahwa dirinya duduk di dekat jendela di atas sayap dan melihat percikan api, diikuti oleh apa yang dia sebut sebagai ledakan besar di area sayap dan mesin.
Dia mengatakan bahwa setelah ledakan, para penumpang berteriak, dan asap tebal memenuhi kabin. Setelah turun dari pesawat, Anthens memperkirakan bahwa dia dan penumpang lainnya menunggu di landasan pacu dalam cuaca dingin selama sekitar satu jam sebelum bus tiba untuk mengangkut mereka kembali ke terminal.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengeluarkan pernyataan pada Sabtu sore, yang menyatakan, "NTSB berkoordinasi dengan FAA, operasional bandara Denver, dan penegak hukum setempat untuk mengumpulkan informasi tentang kejadian tersebut, tetapi kami belum memiliki detail untuk dibagikan saat ini."
Penyebab insiden tersebut masih belum ditentukan, termasuk kebakaran mesin. Landasan pacu 17L, tempat tabrakan dengan pejalan kaki terjadi, dibuka kembali tepat sebelum pukul 11.00 pagi waktu setempat, menurut Bandara Internasional Denver.
Pihak bandara mengatakan pagar di sekitar fasilitas tersebut masih utuh, dan orang tersebut diyakini bukan karyawan bandara. Menteri Transportasi Sean Duffy menyebut orang tersebut sebagai "penyusup", dan mengatakan bahwa penegak hukum setempat juga sedang menyelidiki insiden tersebut. "Tidak seorang pun boleh menyusup ke bandara," tulis Duffy di X.










