Jelang Perundingan dengan Iran, Trump: AS Memuat Kapal-kapal dengan Senjata Berjumlah Lebih Besar

Jelang Perundingan dengan Iran, Trump: AS Memuat Kapal-kapal dengan Senjata Berjumlah Lebih Besar

Global | sindonews | Sabtu, 11 April 2026 - 07:30
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (10/4/2026), tepat sebelum pembicaraan dengan Iran diperkirakan akan berlangsung, bahwa Amerika Serikat sedang memuat kapal dengan senjata dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya. Ancaman semacam ini biasa dilontarkan Trump dalam setiap perundingan dengan Iran.

"Kami memuat kapal-kapal dengan senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang biasa kami gunakan untuk melakukan penghancuran total," ujar Trump kepada New York Post.

Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, AS akan menggunakannya "secara efektif," tambahnya.

Pembicaraan yang akan datang diperkirakan akan fokus pada tuntutan utama AS, termasuk transfer sekitar 1.000 pon uranium yang diperkaya yang terkubur jauh di dalam tanah dan memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.

Pada Selasa malam, Trump mengatakan ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran. Negosiasi antara Washington dan Teheran untuk menyelesaikan konflik diperkirakan akan berlangsung di Islamabad pada Sabtu pagi.

Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Islamabad, Pakistan untuk pembicaraan mendatang dengan AS. Kelompok tersebut termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ali Akbar Ahmadian, sekretaris Dewan Pertahanan, dan gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Ghalibaf telah menyatakan sebelum melakukan perjalanan ke Islamabad bahwa pembicaraan hanya akan dimulai jika dua syarat terpenuhi. Serangan Israel terhadap Lebanon harus dihentikan dan aset Iran yang dibekukan harus dilepaskan sebelum dimulainya negosiasi, kata ketua parlemen Iran tersebut.

Wakil Presiden AS J.D. Vance sedang dalam perjalanan ke Islamabad. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan serangan terhadap Iran dapat dilanjutkan jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu 24 jam.

Baca juga: IRGC Rilis Peta untuk Bantu Kapal-kapal Hindari Ranjau di Selat Hormuz

Topik Menarik