PM Negara NATO Ini Hadiri Parade Hari Kemenangan Rusia, Kanselir Jerman Marah

PM Negara NATO Ini Hadiri Parade Hari Kemenangan Rusia, Kanselir Jerman Marah

Global | sindonews | Minggu, 10 Mei 2026 - 11:59
share

Perdana Menteri (PM) Slovakia Robert Fico ikut menghadiri parade Hari Kemenangan (Victory Day) 9 Mei di Moskow, Rusia. Kehadirannya membuat Kanselir Jerman Friedrich Merz marah karena tidak mencerminkan sikap bersama NATO dan Uni Eropa.

Slovakia merupakan anggota NATO dan Uni Eropa, namun Fico dikenal memiliki hubungan dekat dengan Kremlin.

Merz mengatakan bahwa dia sangat menyesalkan kunjungan Fico ke Moskow. "Itu tidak mencerminkan pandangan bersama Uni Eropa," katanya dalam konferensi pers di Stockholm pada hari Sabtu.

Baca Juga: Putin Bilang Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir

"Kita akan berbicara dengannya tentang hari ini di Moskow hari ini," katanya. "Kita merayakan Hari Eropa di sini di Stockholm hari ini. Dan ini adalah sesuatu yang sama sekali berbeda," paparnya.Hari Kemenangan diperingati setiap 9 Mei untuk merayakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada akhir Perang Dunia II.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova membalas Kanselir Merz yang mengecam kehadiran PM Fico pada perayaan Hari Kemenangan di Moskow.

Zakharova berpendapat bahwa Eropa modern tidak akan ada tanpa pengorbanan Soviet yang menyebabkan kekalahan Nazi Jerman pada tahun 1945.

“Tidak akan ada Hari Eropa tanpa kemenangan rakyat Soviet. Hanya akan ada satu kamp konsentrasi besar dengan kamar gas,” katanya dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.

"Meskipun ada banyak upaya untuk menyelamatkan mereka, negara-negara Uni Eropa selalu mengatur diri mereka sendiri menjadi kamp konsentrasi," ujarnya.Fico, yang telah lama menentang sikap Brussels terhadap Moskow, termasuk bantuan militer ke Ukraina dan sanksi anti-Rusia, adalah satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang menghadiri peringatan Hari Kemenangan secara langsung tahun ini.

Meskipun Lithuania dan Latvia menolak akses pesawatnya ke wilayah udara mereka, pemimpin Slovakia itu bersikeras bahwa dia tetap melakukan perjalanan ke Rusia. Fico mengatakan bahwa negara-negara Baltik tidak akan mencegahnya untuk memberi penghormatan kepada mereka yang membebaskan Slovakia dari pendudukan Nazi.

Setelah mengikuti bagian resmi acara tersebut, Fico mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan beberapa pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Wakil Perdana Menteri Aleksandr Novak, dan ajudan Putin, Yury Ushakov.

Putin memuji sikap teguh Fico dalam melestarikan kebenaran sejarah tentang peristiwa Perang Dunia II dan peran Tentara Merah Soviet dalam membebaskan Eropa dari Nazisme, dan menyoroti kontribusi para pejuang perlawanan Slovakia terhadap kekalahan Nazi Jerman.

Putin juga berterima kasih kepada Slovakia karena telah melestarikan monumen perang Soviet dan situs pemakaman, dan mencatat bahwa pembukaan resmi pemakaman militer Tentara Merah di Michalovce diharapkan segera dilakukan.

Topik Menarik