Ini Respons RI usai 2 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS dan Masuk Perairan Indonesia
Setidaknya dua kapal tanker minyak Iran terdeteksi memasuki perairan Indonesia setelah berhasil menghindari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di sekitar Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) pada Selasa (5/5/2026) angkat bicara tentang masalah ini.
"Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," kata Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
Baca Juga: Tembus Blokade AS, Kapal Tanker Iran Kedua Memasuki Selat Lombok Indonesia
"Aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim," lanjut Yvonne.
Pemerintah Indonesia, kata Yvonne, tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional."Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat," paparnya.Sekadar diketahui, kapal tanker minyak Iran kedua dilaporkan telah memasuki Selat Lombok, Indonesia, setelah menghindari blokade Angkatan Laut AS di sekitar Selat Hormuz. Data pelacakan minyak menunjukkan sebagian besar pengiriman minyak mentah Iran yang diluncurkan pada bulan April telah mencapai tujuan mereka meskipun ada pencegatan Angkatan Laut Amerika.
Situs pemantau pengiriman minyak, TankerTrackers.com, melaporkan pada hari Senin bahwa kapal tanker minyak mentah super besar Iran kedua yang diidentifikasi sebagai DERYA telah memasuki Selat Lombok.
Situs tersebut mengatakan kapal DERYA sekarang berlayar di perairan Indonesia menuju Kepulauan Riau setelah upaya sebelumnya untuk mengirimkan 1,88 juta barel minyak mentah Iran ke India pada pertengahan April gagal.
TankerTrackers.com mengatakan bahwa kapal tersebut kemudian mengubah haluan dan melanjutkan perjalanan ke selatan sementara beberapa kapal tanker terkait Iran lainnya di wilayah tersebut dialihkan oleh pasukan Angkatan Laut AS.
Situs itu melanjutkan, kapal DERYA sekarang bergerak menuju titik pertemuan yang direncanakan di gugusan pulau Riau. Perkembangan ini terjadi satu hari setelah TankerTrackers.com melaporkan bahwa kapal tanker minyak Iran lainnya, HUGE, yang membawa 1,9 juta barel minyak mentah, juga telah memasuki Selat Lombok setelah menghindari upaya pemantauan AS.
Kedua kasus tersebut menunjukkan bahwa beberapa kapal pengiriman Iran terus menggunakan jalur maritim alternatif meskipun aktivitas Angkatan Laut AS meningkat yang bertujuan untuk mengganggu ekspor minyak Teheran.
Menurut perusahaan pemantau tersebut, sekitar 25 kapal tanker minyak berangkat dari pelabuhan Iran membawa minyak mentah selama bulan April. Dari jumlah tersebut, tujuh dilaporkan dialihkan kembali ke pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS, sementara dua disita oleh pasukan Amerika.
Kapal-kapal yang tersisa telah mencapai tujuan yang direncanakan atau berhasil tiba di titik pertemuan yang telah ditentukan. Pergerakan kapal tanker terbaru ini menyoroti kompleksitas penegakan pembatasan maritim di jalur pelayaran regional yang luas.
Selat Lombok telah menjadi jalur alternatif yang semakin penting bagi kapal-kapal yang berupaya menghindari pengawasan ketat di perairan yang lebih banyak dipatroli, yang menggarisbawahi tantangan yang dihadapi upaya untuk membatasi ekspor minyak mentah Iran di tengah ketegangan regional yang sedang berlangsung.








