Obama: Netanyahu Dorong Perang Iran Gunakan Argumen Sama yang Diajukan pada Trump

Obama: Netanyahu Dorong Perang Iran Gunakan Argumen Sama yang Diajukan pada Trump

Global | sindonews | Selasa, 5 Mei 2026 - 21:30
share

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berulang kali mencoba membujuknya melancarkan konfrontasi bersenjata skala penuh dengan Iran. Dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Senin oleh The New Yorker, Obama mengatakan Netanyahu menggunakan argumen dan pembenaran yang sama yang kemudian Netanyahu sampaikan kepada Presiden AS Donald Trump.

Obama menambahkan meskipun Netanyahu akhirnya mencapai tujuannya, mantan Presiden AS itu tetap sangat ragu bahwa perang semacam itu akan melayani kepentingan warga Israel maupun Amerika.

Ia juga mencatat bahwa catatan sejarah dengan jelas menunjukkan perbedaan pendapat yang mendalam yang menandai hubungannya dengan Netanyahu mengenai masalah Iran. “Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan saya dengan Tuan Netanyahu,” ujar Obama.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada komandan militer senior bahwa Israel sedang mempersiapkan konfrontasi dengan Iran dan akan melanjutkan upaya untuk membubarkan Hamas, menurut Channel 14 pada Minggu malam.

Selama pertemuan dengan para pejabat militer Israel, Netanyahu mengatakan Iran akan keluar dari kampanye saat ini lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel akan jauh lebih kuat.Ia menanggapi klaim tentang kemungkinan keruntuhan rezim Iran secara cepat, dengan mengatakan tidak ada jaminan rezim tersebut akan jatuh pada awal konflik apa pun.

Namun, ia menekankan tekanan ekonomi yang berat menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan hasil seperti itu.

Netanyahu mengatakan kepemimpinan Iran sangat prihatin bahwa keruntuhan ekonomi dapat secara langsung mengancam stabilitas rezim, merujuk pada protes yang terjadi setelah operasi sebelumnya.

Mengenai program nuklir Iran, ia menambahkan Presiden AS Donald Trump percaya dengan "keyakinan besar" bahwa tekanan ekonomi yang intens dapat memungkinkan untuk mengekstrak bahan-bahan yang diperkaya yang terkubur jauh di bawah tanah di Iran.

Mengenai Gaza, Netanyahu mengatakan kepada para perwira senior bahwa Israel tidak akan mundur dari tujuan utamanya untuk membongkar kemampuan militer dan pemerintahan Hamas.

Ia mengatakan pasukan Israel saat ini mengendalikan zona keamanan yang mencakup lebih dari 50 persen Jalur Gaza, memungkinkan akses operasional ke area mana pun dan memungkinkan pembongkaran apa infrastruktur Hamas.

Baca juga: Korea Selatan Belum Putuskan Bergabung Proyek Kebebasan Trump setelah Insiden Kapal Rusak

Topik Menarik