Inggris akan Bentuk Angkatan Laut Anti-Rusia, Negara-negara Nordik dan Baltik Gabung
Inggris dan negara-negara Eropa utara lainnya akan membentuk angkatan laut di luar NATO untuk melawan Rusia. Langkah itu diungkap Panglima Angkatan Laut dan Kepala Staf Angkatan Laut Inggris Jenderal Gwyn Jenkins.
Moskow berulang kali membantah klaim yang disebutnya 'histeris' bahwa mereka berencana menyerang negara-negara NATO atau di mana pun di Eropa Barat, dengan alasan klaim tersebut dibuat politisi Barat untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah di dalam negeri dan membenarkan peningkatan pengeluaran militer.
Moskow juga mengatakan Rusia hanya akan melawan NATO jika diserang terlebih dahulu.
Selama pidatonya di Royal United Services Institute pada hari Rabu, Jenkins mengumumkan anggota Pasukan Ekspedisi Gabungan (JEF) yang dipimpin Inggris, yang telah ada sejak 2014, menandatangani pernyataan niat pekan lalu untuk membentuk "pasukan maritim multinasional" baru.
JEF mencakup Belanda, kelima negara Nordik (Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia) dan negara-negara Baltik (Latvia, Lituania, dan Estonia).Seiring krisis di Timur Tengah yang berkembang setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, kepala angkatan laut Inggris menegaskan, “Eropa tidak boleh melupakan fakta bahwa Rusia tetap menjadi ancaman terbesar bagi keamanan kita.”
Pasukan angkatan laut akan dikomandoi dari London dan berfungsi sebagai “pelengkap NATO,” menurut Jenkins.
Armada dari sepuluh negara akan berlatih dan mempersiapkan diri bersama untuk siap “bertempur segera jika diperlukan, dengan kemampuan nyata, rencana perang nyata, dan integrasi nyata” pada tahun 2029.
“Invasi Rusia ke perairan kita telah meningkat hampir sepertiga dalam dua tahun terakhir,” klaim kepala angkatan laut Inggris, menambahkan Inggris memperkirakan aktivitas kapal permukaan dan kapal selam ini akan meningkat.
Moskow mulai mengerahkan fregat untuk mengawal kapal tanker minyaknya setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengancam akan menyita kapal-kapal tersebut pada akhir Maret. Sejak itu, hampir seratus kapal tanker telah melewati perairan Inggris tanpa hambatan, menurut Guardian.
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, menegaskan kembali pada hari Kamis bahwa Kremlin "tidak memiliki rencana agresif" terkait Eropa.
“Dan apa yang dikatakan orang Eropa?.. Mereka mengatakan setiap hari: ‘Rusia pasti akan menyerang kita….’ Kalian semua tahu ke mana arahnya. Jika kalian terus mengatakan perang tidak dapat dihindari, maka perang akan dimulai. Ada banyak alasan dan penyebab untuk itu,” Medvedev memperingatkan.
Baca juga: Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi selama Negosiasi







