Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup

Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup

Global | sindonews | Kamis, 30 April 2026 - 12:12
share

Komite Kehakiman Kongres Filipina telah menemukan bukti yang cukup untuk memakzulkan Wakil Presiden (Wapres) Sara Duterte. Proses pemakzulan ini semakin dekat, yang pada akhirnya dapat menggagalkan upayanya untuk menjadi presiden Filipina berikutnya.

Temuan bukti tersebut akan diajukan ke sidang pleno untuk pemungutan suara ketika Kongres kembali bersidang bulan depan, dengan dukungan sepertiga anggotanya diperlukan untuk melanjutkan ke persidangan pemakzulan di Senat. Jika terbukti bersalah, Wapres Sara Duterte akan dicopot dari jabatannya dan dilarang berpolitik seumur hidup.

Baca Juga: Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028

Pemakzulan Wapres Filipina ini diupayakan oleh masyarakat sipil dan kelompok sayap kiri, yang menuduhnya menyalahgunakan dana publik, menumpuk kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, dan mengancam nyawa saingannya; Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan sepupunya, mantan ketua Parlemen.

Dalam pemungutan suara komite, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (30/4/2026), seluruh 53 anggota sepakat bahwa ada alasan yang cukup untuk memakzulkan Sara Duterte.

Wapres perempuanm tersebut membantah melakukan kesalahan dan mengatakan pengaduan tersebut bermotivasi politik. Dia tetap terlibat dalam perseteruan publik yang sengit dengan mantan sekutunya, Marcos Jr, yang dengannya dia menjadi pasangan dalam pemilu 2022 yang mereka menangkan dengan telak.Dengan Marcos Jr yang dibatasi oleh konstitusi hanya untuk satu masa jabatan, Sara Duterte adalah kandidat favorit yang jelas untuk menggantikannya pada 2028. Saat mengumumkan keputusannya pada bulan Februari untuk mencalonkan diri sebagai presiden, Sara Duterte meminta maaf karena telah membantu Marcos Jr menjadi presiden.

Pihak pengacara Wapres Sara Duterte tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai keputusan Komite Kehakiman Kongres. Sara sebelumnya telah menepis pengaduan tersebut sebagai "hanya selembar kertas".

Wapres tersebut, yang merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, telah menjadi sasaran pengawasan ketat sejak perselisihan dengan Marcos Jr dan pertempuran terbarunya terjadi ketika ayahnya bersiap untuk diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag atas ribuan pembunuhan selama "perang melawan narkoba" yang menjadi ciri khasnya.

Sara Duterte bisa menjadi pejabat senior kedua yang dimakzulkan di Filipina setelah mantan Presiden Joseph Estrada, yang persidangan Senat-nya pada tahun 2001 dibatalkan ketika beberapa jaksa mengundurkan diri.

Tiga pejabat tinggi lainnya telah dimakzulkan dan termasuk seorang ombudsman dan kepala komisi pemilu yang keduanya mengundurkan diri sebelum persidangan mereka, dan mantan ketua Mahkamah Agung Renato Corona, yang merupakan satu-satunya yang telah divonis bersalah sejauh ini.

Upaya sebelumnya untuk memakzulkan Sara Duterte atas tuduhan serupa didukung secara besar-besaran oleh Kongres yang dipenuhi sekutu Marcos Jr, tetapi upaya tersebut ditolak pada Juli tahun lalu oleh Mahkamah Agung, yang memutuskan bahwa upaya itu tidak konstitusional karena kesalahan prosedural.

Marcos Jr selamat dari upaya pemakzulan terpisah pada bulan Februari setelah sekutunya di Kongres memilih untuk menolaknya.

Topik Menarik