Tak Ingin Korbankan Tentaranya, Inggris Tolak Kirim Pasukan ke Iran

Tak Ingin Korbankan Tentaranya, Inggris Tolak Kirim Pasukan ke Iran

Global | sindonews | Senin, 30 Maret 2026 - 21:35
share

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak untuk mengerahkan pasukan keIran, menjauhkan Inggris dari keterlibatan langsung dalam konflik tersebut.

“Ini bukan perang kita, dan kita tidak akan terseret ke dalamnya,” katanya, dilansir Al Jazeera.

Starmer mengatakan Inggris mengambil “tindakan defensif” untuk melindungi “nyawa warga Inggris, kepentingan Inggris, dan tentu saja, sekutu kita di kawasan ini”.

Ia menambahkan bahwa Inggris akan melanjutkan upayanya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz tetapi menekankan: “Kita tidak akan terseret ke dalam perang ini.”

Namun, Inggris telah menyetujui penggunaan pangkalan Inggris oleh AS untuk serangan terhadap situs-situs Iran yang terkait dengan ancaman di Selat Hormuz.

Inggris juga telah mengerahkan jet tempur untuk mencegat proyektil Iran.

Sebelumnya, Spanyol melarang pesawat militer AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran untuk menggunakan wilayah udaranya, memperluas pembatasan sebelumnya terhadap akses ke pangkalan yang dioperasikan bersama.

“Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer atau penggunaan wilayah udara untuk tindakan yang terkait dengan perang di Iran,” kata Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles.

Langkah ini memaksa pesawat militer AS untuk mengubah rute meskipun penerbangan darurat tetap dikecualikan.Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo mengatakan keputusan tersebut mencerminkan penolakan Spanyol untuk mendukung perang yang diluncurkan secara sepihak dan “bertentangan dengan hukum internasional”.

Perdana Menteri Pedro Sanchez telah berulang kali mengkritik perang AS-Israel sementara Trump telah mengancam pembalasan perdagangan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur energi sipil Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg, jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam unggahan media sosial, Trump memperingatkan akan meningkatkan tindakan jika kesepakatan tidak tercapai.

“Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera ‘Dibuka untuk Bisnis,’ kami akan mengakhiri ‘kunjungan’ kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka,” tulisnya.

Topik Menarik