Somalia Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Gara-gara Israel, Indonesia Ikut Kecam Zionis

Somalia Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Gara-gara Israel, Indonesia Ikut Kecam Zionis

Global | sindonews | Minggu, 19 April 2026 - 07:22
share

Pemerintah Federal Somalia telah mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb, jalur maritim utama yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden. Ini sebagai respons kemarahan terhadap Israel yang mengakui negara Somaliland dan menunjuk duta besar (dubes) untuk wilayah tersebut.

Ancaman disampaikan oleh Utusan Somalia untuk Ethiopia dan Uni Afrika, Abdullahi Mohamed Warfa, tak lama setelah Israel menunjuk Michael Lotem sebagai dubes non-residen untuk Somaliland.

Baca Juga: Apa Tujuan Israel Mengakui Negara Somaliland? Ini Analisisnya

Langkah Zionis Israel ini menyusul pengakuannya atas negara Somaliland pada Desember 2025, sebuah langkah yang tidak didukung dunia internasional.

Somaliland telah beroperasi sebagai entitas yang menyatakan diri merdeka sejak 1991, tetapi tetap diakui secara internasional sebagai bagian dari Somalia.

Mogadishu menggambarkan langkah Israel tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Indonesia Ikut Kecam Israel

Langkah Zionis Israel itu dikecam 11 negara, termasuk Indonesia dan negara-negara Arab serta Afrika. Dalam sebuah pernyataan bersama, Indonesia, Yordania, Arab Saudi, Mesir, Somalia, Sudan, Libya, Bangladesh, Aljazair, Palestina, dan Turki, mengatakan bahawa langkah Israel tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Republik Federal Somalia, yang menganggap Somaliland sebagai bagian dari wilayah persatuannya.

Para menteri luar negeri negara-negara tersebut menegaskan kembali penolakan mereka terhadap tindakan sepihak apa pun yang merusak kedaulatan negara atau persatuan teritorial, menekankan dukungan penuh untuk pemerintah Somalia yang diakui secara internasional sebagai perwakilan sah rakyat Somalia.

"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam PBB, dan Undang-Undang Pendirian Uni Afrika, dan menetapkan preseden berbahaya yang berisiko merusak stabilitas di Tanduk Afrika," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (19/4/2026).

Jika ancaman Somalia menutup Selat Bab al-Mandeb benar-benar dijalankan, ini akan memperparah krisis energi dunia di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran terkait perangnya melawan Amerika Serikat dan Israel.

Topik Menarik