Menlu Iran: Kami Tidak akan Terima Gencatan Senjata, Hanya Akhiri Perang

Menlu Iran: Kami Tidak akan Terima Gencatan Senjata, Hanya Akhiri Perang

Global | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 06:15
share

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran hanya akan menerima penghentian permusuhan di seluruh wilayah, bukan jeda. Dia mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pesan telah dipertukarkan dengan AS baik secara langsung maupun melalui teman-teman di wilayah tersebut.

Meski demikian, Abbas Araghchi mengatakan itu tidak berarti Iran sedang bernegosiasi dengan Washington.

“Saya menerima pesan dari Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang bernegosiasi,” katanya.

“Tidak ada kebenaran dalam klaim negosiasi dengan pihak mana pun di Iran. Semua pesan disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri atau diterima olehnya, dan ada komunikasi antara badan-badan keamanan,” ujar dia kepada Al Jazeera.

“Kami belum mengirimkan tanggapan apa pun terhadap 15 proposal Amerika, dan kami juga belum mengajukan proposal atau syarat apa pun,” kata dia.Menteri Luar Negeri Iran mengatakan negaranya belum membuat keputusan apa pun tentang negosiasi dengan AS, dan mereka memiliki keraguan tentang hal itu.

Sementara itu, Uni Eropa (UE) sedang menyiapkan "paket langkah-langkah" bagi negara-negara anggota untuk mengatasi konsekuensi perang AS-Israel terhadap Iran, karena pasar energi akan tetap terganggu untuk waktu yang lama, menurut Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen.

“Secara finansial, 30 hari konflik telah menambah 14 miliar euro pada tagihan impor bahan bakar fosil Uni Eropa,” kata Jorgensen kepada wartawan di Brussels.

“Bahkan jika perdamaian terwujud besok, kita tetap tidak akan kembali normal. Infrastruktur energi di kawasan ini telah hancur akibat perang dan terus menerus hancur,” katanya.

Paket langkah-langkah Uni Eropa yang akan datang akan mencakup proposal tentang penurunan tarif pajak untuk listrik dan tarif jaringan, tambah komisioner tersebut.

“Kami juga sedang mempersiapkan berbagai peluang dan kemungkinan yang lebih mirip dengan yang kami gunakan selama krisis pada tahun 2022,” katanya.

Baca juga: Spanyol Tutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat AS yang Terlibat Perang Lawan Iran

Topik Menarik