Kelompok Bersenjata Irak Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Pangkalan AS
Kelompok bersenjata Irak Saraya Awliya al-Dam mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis di saluran Telegramnya, kelompok tersebut mengatakan telah melakukan lima serangan terhadap pangkalan AS dalam 24 jam terakhir.
Selain itu, kelompok perlawanan di Irak mengatakan para pejuangnya telah melakukan 23 operasi terhadap pangkalan AS di negara itu dan di seluruh wilayah selama sehari terakhir.
Dalam pernyataan tersebut, mereka mengatakan telah mengerahkan puluhan drone dalam serangan tersebut.
Sementara itu, sepuluh drone telah dicegat dan dihancurkan di atas kota Erbil di Irak utara. Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada platform berita Kurdi Rudaw bahwa serangan tersebut terjadi dalam satu jam.
“Semua serangan dilakukan oleh drone, dan semuanya dicegat dan dihancurkan,” kata pejabat tersebut.Menurut pelacakan Rudaw, jumlah total drone dan rudal yang diarahkan ke wilayah Kurdi di Irak utara sejak awal perang telah mencapai sekitar 531 unit.
Adapun, Departemen Luar Negeri AS mengatakan mengetahui 'laporan penculikan' jurnalis AS di Baghdad, Irak.
Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Publik Global Dylan Johnson mengatakan Departemen Luar Negeri mengetahui laporan penculikan seorang jurnalis AS di Baghdad.
“Departemen Luar Negeri sebelumnya telah memenuhi kewajiban kami untuk memperingatkan individu ini tentang ancaman terhadap mereka dan kami akan terus berkoordinasi dengan FBI untuk memastikan pembebasan mereka secepat mungkin,” katanya.
Johnson menambahkan seseorang yang diduga memiliki hubungan dengan Kataib Hezbollah yang dicurigai terlibat dalam penculikan tersebut telah ditahan oleh pihak berwenang Irak.
Baca juga: Menlu Iran: Kami Tidak akan Terima Gencatan Senjata, Hanya Akhiri Perang






