Siapa Roger Akelius? Pemilik Yayasan yang Bangun 400 Sekolah dan Beri Makan 100.000 Anak-anak di Gaza Setiap Hari

Siapa Roger Akelius? Pemilik Yayasan yang Bangun 400 Sekolah dan Beri Makan 100.000 Anak-anak di Gaza Setiap Hari

Global | sindonews | Selasa, 31 Maret 2026 - 05:05
share

Yayasan Akelius Swedia berencana membangun 400 sekolah di Gaza karena lebih dari 650.000 anak tetap tanpa akses pendidikan selama dua tahun setelah hancurnya 97 fasilitas sekolah di wilayah tersebut.

Inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan kesempatan belajar setelah kerusakan luas pada infrastruktur pendidikan di seluruh Gaza.

Siapa Roger Akelius? Pemilik Yayasan yang Bangun 400 Sekolah dan Beri Makan 100.000 Anak-anak di Gaza Setiap Hari

1. Memberikan Bantuan Jutaan Dolar bagi Palestina

Pengusaha Swedia Roger Akelius memberikan donasi untuk Gaza pada tanggal 20 Maret bekerja sama dengan pemerintah Swedia melalui Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

Yayasan Akelius, yang didirikan pada tahun 2007, sebelumnya telah memberikan bantuan sebesar 60 juta dolar AS untuk Palestina. Kontribusi terbarunya untuk Gaza mencapai 75 juta dolar AS.

Mengkhususkan diri dalam pedagogi modern, yayasan ini menjalankan kursus daring gratis dalam bahasa dan matematika dengan tim yang terdiri dari sekitar 150 staf.

Dengan anggaran tahunan sekitar 300 juta dolar AS, yayasan ini berupaya mengarahkan sumber dayanya ke proyek-proyek pendidikan dan telah mendukung inisiatif pendidikan di 40 negara.

2. Bekerja Sama dengan Berbagai Lembaga Kemanusiaan

Yayasan ini terutama bekerja melalui organisasi kemanusiaan termasuk UNICEF, badan pengungsi PBB (UNHCR), SOS Children’s Villages — sebuah organisasi internasional yang menyediakan perawatan berbasis keluarga untuk anak-anak yatim piatu dan terlantar — dan Dokter Tanpa Batas (MSF).Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu, Akelius mengatakan yayasan tersebut berencana untuk menyediakan akses ke sekolah, area bermain, dan makanan untuk anak-anak di Gaza.

Ia mencatat bahwa donasi terbaru akan mendanai pembangunan 400 sekolah, masing-masing dirancang untuk 250 anak.

"Ini adalah proyek yang menantang. Tujuan kami adalah membangun sekolah tenda dan bangunan permanen, mempekerjakan guru, dan menyediakan 100.000 makanan per hari selama lima tahun. Seperti biasa, Israel akan membatasi atau melarang akses. Mereka akan menembak staf sekolah dan anak-anak," kata Akelius.

Ia mengatakan pemerintah Swedia telah memberi tahu otoritas Israel tentang upaya bantuan tersebut. Swedia menyumbang sekitar 35 juta dolar melalui UNICEF, sehingga total paket bantuan menjadi lebih dari 100 juta dolar.

Yayasan Akelius telah bermitra dengan UNICEF selama 10 tahun.

3. Ingin Anak-anak Gaza Hidup Normal

Sekolah yang ada di Gaza tidak dapat beroperasi lagi setelah Israel menghancurkan atau merusak 96 lembaga pendidikan di wilayah tersebut.

Menurut Akelius, anak-anak di Gaza tidak hanya perlu belajar membaca dan menulis, tetapi juga merasakan kembali kehidupan normal.

Menurut data UNICEF, lebih dari 97 sekolah di Gaza telah rusak dan sekitar 658.000 anak tidak bersekolah selama dua tahun.

Topik Menarik