Harga Avtur Naik Hampir 83 dalam Sebulan, Maskapai Penerbangan Dunia Kelimpungan
Harga rata-rata bahan bakar jet (avtur) global telah melonjak 82,8 selama sebulan terakhir, secara tajam meningkatkan tekanan biaya pada maskapai penerbangan. Data itu menurut monitor harga bahan bakar terbaru dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dilansir Anadolu.
Data IATA menunjukkan harga bahan bakar jet naik 11,2 dari minggu ke minggu menjadi USD175 per barel pada periode pelaporan terbaru.
Angka-angka tersebut, yang diterbitkan di bawah lisensi dari S&P Global Energy, mencerminkan harga rata-rata kilang untuk bahan bakar penerbangan.
Secara tahunan, harga bahan bakar jet naik 94,4, menyoroti skala kenaikan baru-baru ini.
Lonjakan ini mengikuti lonjakan 58,4 pada pembacaan mingguan sebelumnya, yang menggarisbawahi laju pergerakan pasar yang cepat.Lonjakan ini diperkirakan akan sangat membebani margin maskapai penerbangan, karena bahan bakar tetap menjadi salah satu biaya operasional terbesar di industri ini.
IATA mencatat kenaikan harga mendadak cenderung lebih merusak daripada harga tinggi yang berkelanjutan, karena maskapai penerbangan memiliki lebih sedikit waktu untuk menyesuaikan tarif, kapasitas, dan strategi pengadaan.
Kenaikan terbaru ini terjadi ketika maskapai penerbangan juga menghadapi gangguan yang lebih luas terkait dengan konflik Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan, penangguhan layanan, dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Harga minyak mentah Brent naik hingga mencapai USD119,5 per barel setelah peluncuran serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sebelum stabil di sekitar USD100.
Serangan AS dan Israel sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.
Baca juga: Israel Terkejut dengan Kemampuan Hizbullah di Tengah Perang Iran






