Donald Trump Klaim AS Menang Perang atas Iran

Donald Trump Klaim AS Menang Perang atas Iran

Global | sindonews | Kamis, 12 Maret 2026 - 08:56
share

Iran melontarkan penghinaan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menyebutnya sebagai Setan ketika perang antara Teheran melawan Amerika dan Israel terus memanas. Teheran juga bersumpah akan melenyapkan Zionis Israel.

Penghinaan itu disampaikan penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Yahya Rahim Safavi, dan disiarkan televisi pemerintah pada hari Rabu.

Baca Juga: Strategi Iran Serang Zionis: Jangan Beri Warga Israel Istirahat

"Trump adalah presiden Amerika yang paling korup dan bodoh," kata Safavi. "Dia adalah Setan itu sendiri," katanya lagi, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (12/3/2026).

Dia kemudian mengulangi ancaman lama Iran untuk melenyapkan Israel, rezim yang sedang memerangi Republik Islam tersebut bersama Amerika Serikat.

"Di kawasan Timur Tengah, Israel dan Iran tidak bisa bersama. Salah satu dari mereka harus tetap ada. Yang akan tetap ada adalah Iran dan yang akan dihancurkan adalah rezim Zionis," paparnya.Di sisi lain, militer Iran pada hari yang sama juga bersumpah akan melancarkan serangan terhadap target ekonomi AS dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk bank, setelah sebuah bank Iran dihantam serangan pada Selasa malam.

"Musuh telah memberi kita kebebasan untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis," kata komando operasional pusat militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah.

Komando itu mendesak masyarakat di seluruh kawasan Timur Tengah untuk tidak mendekati bank dalam radius satu kilometer.

Menurut laporan media Iran, serangan AS dan Israel menghantam sebuah bank di Teheran pada Selasa malam, menewaskan beberapa staf yang tidak disebutkan jumlahnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengatakan, "Cabang bank tertua di negara saya dibom saat penuh dengan karyawan.""Angkatan Bersenjata kita yang perkasa akan membalas kejahatan ini," imbuh Araghchi di X.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika harus "menyelesaikan pekerjaan" di Iran. Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah dia mengeklaim perang dapat segera berakhir karena Washington telah kehabisan target di Iran.

"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini, kan?" kata Trump saat pidato di Hebron, Kentucky, yang membahas operasi AS-Israel melawan Iran.

Topik Menarik