Israel Ingin Seret Negara Tetangga Indonesia Ini dalam Perang Melawan Iran
Israel bermaksud menyeret negara tetangga Indonesia, Australia, untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Rezim Zionis menyatakan sudah saatnya Canberra "bangun" dan memihak kepada Tel Aviv dan Washington.
Ajakan untuk Australia itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel kepada 7NEWS. Menurutnya, sudah saatnya Canberra berpartisipasi dalam serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
“Perang sekarang meningkat di semua lini. Jadi pesan saya kepada Australia adalah agar bangun,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Iran Ogah Minta Gencatan Senjata: Militer AS Rasakan Bencana Besar Jika Lakukan Invasi Darat!
“Saya berharap Australia, dengan sejarah panjangnya dalam membela kemanusiaan dan kebebasan di banyak perang sepanjang sejarah kita...untuk benar-benar bergabung juga," ujarnya.
Haskel menegaskan bagi warga Australia yang khawatir tentang dampak perang terhadap harga bahan bakar dan gas, perdagangan, perjalanan, dan keamanan maka konflik sekarang ini akan bermanfaat dalam jangka panjang.“Mereka perlu memahami apa yang mungkin terjadi di masa depan, yang akan jauh lebih berbahaya, yang juga akan jauh lebih mahal secara ekonomi,” katanya.Haskel menambahkan bahwa jika putra mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menjadi penggantinya, Israel tidak punya pilihan selain menargetkannya juga.
"Apakah Israel akan membunuhnya juga?" tanya kepala jurnalis 7NEWS, Chris Reason.
"Lihat, siapa pun yang mengancam kehancuran negara Israel akan dieliminasi. Kami tidak punya pilihan lain," jawab Haskel.
Komentar diplomat Israel ini muncul saat perang terus berlanjut, dengan lebih banyak serangan udara yang diluncurkan dari Israel dan rudal sebagai balasan dari Iran.Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah meluncurkan rudal Khorramshahr-4 berukuran besar dalam serangan yang menargetkan Israel. Rudal tersebut memiliki hulu ledak seberat 1 ton.
Rudal-rudal tersebut juga dapat memiliki beberapa hulu ledak.
Garda Nasional Iran juga mengeklaim serangan di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan serangan rudal pada Kamis pagi, dengan suara ledakan menggema di seluruh Doha.
Hal ini terjadi setelah negara tersebut mengutuk upaya serangan rudal Iran terhadap Turki dan serangan pesawat tak berawak terhadap bandara di Azerbaijan.Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan "respons yang diperlukan" setelah drone Iran dilaporkan telah menghantam bandara di negara Laut Kaspia tersebut.
Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Azerbaijan mengutuk keras serangan terhadap infrastruktur sipil oleh militer Iran." Menurut kementerian itu, Iran memikul tanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
"Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah respons yang diperlukan untuk melindungi integritas teritorial dan kedaulatan negara kami, memastikan keselamatan warga sipil dan infrastruktur sipil, dan serangan-serangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja," katanya.
Namun, Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran membantah telah meluncurkan drone ke arah Azerbaijan.
Di sisi lain, militer Zionis Israel mengatakan telah melakukan serangkaian serangan udara pada Rabu malam terhadap target di Teheran, termasuk infrastruktur rudal balistik dan lokasi peluncuran di atas dan di bawah tanah.
Dalam pernyataan yang diterbitkan Kamis, IDF mengatakan serangan tersebut mengenai fasilitas bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan rudal balistik, serta lokasi penyimpanan rudal tambahan yang diklaim ditujukan untuk menargetkan pesawat.










