Israel Izinkan Geng Abu Shabab Ikut Awasi Penyeberangan Rafah dan Geledah Warga Palestina

Israel Izinkan Geng Abu Shabab Ikut Awasi Penyeberangan Rafah dan Geledah Warga Palestina

Global | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 05:05
share

Otoritas Israel mengizinkan anggota milisi Abu Shabab membantu memeriksa warga Palestina yang masuk dan keluar dari penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Kabar itu dilaporkan penyiar resmi Israel pada Rabu malam (11/2/2026).

Kan TV mengatakan milisi tersebut berharap mengambil alih tugas ini secara permanen. Foto yang diambil awal pekan ini di sisi Gaza dari penyeberangan tersebut menunjukkan Ghassan al-Dahini, pemimpin milisi Abu Shabab, bersama beberapa anggotanya.

Laporan menunjukkan milisi tersebut beroperasi di sekitar penyeberangan, yang berada di bawah tanggung jawab Israel, dan melakukannya dengan persetujuan Israel.

Laporan tersebut menambahkan milisi tersebut mungkin juga diizinkan melakukan penggeledahan badan terhadap individu yang dicurigai memasuki Gaza melalui penyeberangan tersebut.

Pada hari Jumat, surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan Israel secara diam-diam mendukung milisi bersenjata di Gaza dengan uang, senjata, dan perlindungan lapangan untuk digunakan melawan Hamas. Milisi-milisi ini juga beroperasi di daerah-daerah di mana tentara Israel hadir berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Surat kabar tersebut mengatakan tentara Israel menggunakan milisi-milisi ini untuk operasi taktis terbatas, termasuk pengejaran dan penangkapan, serta untuk mencari pejuang Hamas di terowongan atau di antara reruntuhan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi pada Juni 2025 bahwa milisi di Gaza telah dipersenjatai untuk digunakan melawan Hamas.

Desember lalu, media Israel melaporkan kematian Yasser Abu Shabab, mantan pemimpin milisi Abu Shabab, selama bentrokan antar klan di Gaza. Suku Tarabin di Gaza, tempat Abu Shabab berasal, mengkonfirmasi kematiannya dan menggambarkannya sebagai penutup babak memalukan bagi suku tersebut.

Pada 2 Februari 2026, Israel membuka kembali sisi Palestina dari penyeberangan Rafah, yang telah dikuasainya sejak Mei 2024, dengan cara yang sangat terbatas dan pembatasan ketat.

Fase awal perjanjian gencatan senjata, yang dimulai pada 10 Oktober 2025, telah merencanakan pembukaan kembali penyeberangan tersebut, tetapi Israel menunda langkah ini.

Baca juga: Iran Tuding Israel Berupaya Sabotase Perundingan dengan AS

Topik Menarik