Rusia Balas Dendam, Bombardir 147 Lokasi Ukraina
Militer Rusia telah membombardir 147 lokasi di Ukraina, yang sebagaian besar merupakan situs militer, pada hari Kamis. Kementerian Pertahanan di Moskow mengeklaim pengeboman ini sebagai pembalasan atas serangan besar-besaran militer Kyiv sehari sebelumnya.
Pada hari Rabu, pasukan Ukraina melancarkan serangan besar-besaran yang melibatkan ratusan drone serta rudal HIMARS dan bom luncur yang menargetkan infrastruktur sipil di beberapa wilayah Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, sebagian besar proyektil tersebut berhasil dicegat.
Baca Juga: Tentara Rusia Dipasok Jet Tempur Siluman Su-57 Secara Besar-besaran
Namun, menurut Gubernur Wilayah Belgorod Vyacheslav Gladkov, enam warga sipil, termasuk seorang wanita, terluka akibat pecahan peluru dan gelombang ledakan.
Kementerian tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (13/2/2026), mengatakan pengeboman oleh militer Rusia melibatkan sistem senjata jarak jauh berbasis udara dan darat serta kendaraan udara tak berawak (UAV). Serangan ini dilaporkan menargetkan fasilitas produksi dan penyimpanan drone Ukraina serta infrastruktur yang digunakan untuk kebutuhan militer.Pasukan Rusia, lanjut kementerian itu, menyerang total 147 lokasi di Ukraina, termasuk lapangan terbang, fasilitas infrastruktur militer, pangkalan, dan kamp tentara bayaran asing.Sementara itu, media-media Ukraina melaporkan pengeboman besar-besaran Rusia menghantam ibu kota negara, Kyiv, serta kota Dnipro bagian tengah dan kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam.
Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko mengatakan serangan tersebut memperparah krisis energi yang sedang berlangsung di ibu kota, di mana ribuan bangunan tetap tanpa pemanas. Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa wali kota tersebut hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas rendahnya tingkat kesiapan untuk keadaan darurat seperti itu.
Ukraina telah mengalami gangguan listrik selama berminggu-minggu, karena Moskow bertujuan untuk melumpuhkan kapasitas produksi senjatanya untuk mengekang serangan besar-besaran terhadap target sipil Rusia.
Bulan lalu, Moskow setuju untuk menangguhkan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai isyarat niat baik atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memfasilitasi perundingan damai.
Namun, Ukraina belum mengurangi serangan lintas perbatasannya. Pada bulan Januari saja, serangan Ukraina menewaskan sedikitnya 79 warga sipil, termasuk tiga anak, dan melukai 378 orang, menurut Moskow.








