Cukup 15-30 Menit setelah Makan, Olahraga Ini Bantu Kendalikan Gula Darah
JAKARTA - Setelah makan, sebagian orang biasanya memilih duduk santai atau langsung beristirahat. Padahal, melakukan aktivitas fisik ringan dalam waktu 15-30 menit setelah makan ternyata bisa membantu mengendalikan lonjakan gula darah.
Hal ini dijelaskan oleh dokter Adam Prabata melalui cuitannya di X. Ia menyebut olahraga sesaat setelah makan, termasuk gerakan sederhana seperti squat, dapat membantu meredam peningkatan kadar gula darah setelah tubuh menerima asupan makanan.
Menurut dr. Adam, setelah makan, glukosa dari makanan akan masuk ke aliran darah dan memicu pelepasan hormon insulin. Hormon ini bertugas membantu otot dan hati menyerap kelebihan glukosa agar kadar gula darah tetap terkendali.
Namun, ketika terjadi lonjakan gula darah yang terlalu tinggi, insulin harus bekerja lebih keras. Kelebihan glukosa juga lebih mudah disimpan oleh tubuh sebagai lemak.
Squat Bisa Jadi Pilihan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik setelah makan dapat membantu proses tersebut. Saat otot berkontraksi ketika berolahraga, otot bisa menyerap glukosa lebih cepat sehingga puncak kenaikan gula darah dapat ditekan.
“Olahraga setelah makan (dalam 15-30 menit), termasuk squat, bisa membantu meredam lonjakan gula darah,” tulis dr. Adam.
Ia menjelaskan, kontraksi otot saat berolahraga mampu menurunkan puncak gula darah sekaligus mengurangi kebutuhan insulin. Dengan begitu, proses penyimpanan kelebihan glukosa sebagai lemak juga dapat berkurang.
Alasan Squat Bisa Dilakukan setelah Makan
Dari berbagai gerakan olahraga, squat menjadi salah satu pilihan yang disebut dr. Adam bisa membantu tubuh menyerap glukosa setelah makan.
Alasannya, squat melibatkan sejumlah otot besar dalam tubuh secara bersamaan, terutama otot bokong dan paha. Ketika otot-otot tersebut bekerja, penyerapan glukosa oleh otot dapat berlangsung lebih cepat.
Karena itu, gerakan squat bisa menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik sederhana yang dilakukan setelah makan untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah.
Meski demikian, dr. Adam mengingatkan bahwa tidak semua orang bisa langsung melakukan gerakan ini. Mereka yang memiliki masalah pada lutut atau punggung perlu lebih berhati-hati.
“Namun bila ada masalah pada lutut atau punggung, harap berhati-hati dan dikonsultasikan dahulu ke dokter sebelum rutin melakukan gerakan seperti ini ya!” pesannya.
Dengan demikian, aktivitas fisik setelah makan tidak harus selalu berupa olahraga berat. Gerakan yang melibatkan otot besar seperti squat dapat menjadi salah satu pilihan, selama disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh masing-masing.









