Bukan karena Raffi Ahmad! Ini Awal Mula Jerome Polin Dikenal Publik
JAKARTA, iNews.id - Figur publik Jerome Polin Sijabat dikenal luas sebagai kreator konten yang kerap membagikan video edukasi, matematika, hingga kesehariannya selama menempuh pendidikan di Jepang.
Namun, jauh sebelum berkolaborasi dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Jerome Polin ternyata sudah lebih dahulu merintis perjalanan sebagai pembuat konten melalui platform media sosial.
Ya, perjalanan Jerome dimulai sejak 2015. Saat itu, dia bersama sang kakak, Jehian Polin, membuat akun resmi di LINE bernama Math Q&A. Melalui akun tersebut, Jerome membagikan video pembelajaran matematika dengan tujuan membantu orang lain memahami pelajaran yang kerap dianggap sulit.
Kecintaannya terhadap dunia pendidikan dan pembuatan video kemudian membawanya mencoba platform yang lebih luas. Pada 2017, ketika mulai menempuh pendidikan di Jepang, Jerome memutuskan membuat kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu.
Jerome menceritakan bahwa awalnya dia kesulitan menemukan video pembelajaran bahasa Jepang yang mudah dipahami. Dari pengalaman tersebut, muncul keinginannya untuk membuat konten sendiri agar orang lain juga lebih mudah mempelajari bahasa Jepang.
Jerome kemudian mengembangkan Nihongo Mantappu bersama temannya, Kevin Sendouw. Pada tahap awal, konten mereka berfokus pada pembelajaran bahasa Jepang. Seiring waktu, materi yang dibagikan semakin beragam, mulai dari matematika, budaya Jepang, hingga kehidupan mahasiswa Indonesia di Negeri Sakura.
Jerome yang saat itu menempuh pendidikan Matematika Terapan di Waseda University, Tokyo, juga mulai membagikan kesehariannya sebagai mahasiswa. Konten tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan pengalaman belajar, pergaulan, serta kehidupan di Jepang dari sudut pandang mahasiswa Indonesia.
Dalam perjalanannya, Jerome kemudian mengajak tiga sahabatnya di Jepang, yakni Ryoma Otsuka, Tomohiro Yamashita, dan Yusuke Sakazaki, untuk membuat konten bersama. Mereka dikenal dengan nama Waseda Boys.
Kehadiran Waseda Boys membuat konten Nihongo Mantappu semakin berwarna. Tidak hanya menyajikan edukasi, Jerome juga menghadirkan video hiburan, perjalanan ke berbagai tempat, hingga interaksi bersama teman-temannya di Jepang.
Perlahan, kanal tersebut mendapatkan perhatian lebih luas. Jerome pernah mengungkapkan bahwa pada Agustus 2018, jumlah pelanggan kanal YouTube-nya masih berkisar 10 ribu hingga 20 ribu. Artinya, popularitas yang diraihnya tidak datang secara instan.
"Saya sudah suka bikin video dari 2015, dari SMA sudah mulai bikin official account di Line ngajarin matematika," kata Jerome pada awak media di tahun 2018 lalu.
Sementara itu, kolaborasi Jerome dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina baru terjadi pada 2018 ketika pasangan tersebut berlibur ke Jepang. Dalam sebuah podcast bersama Raffi, Jerome pernah menceritakan bahwa Raffi lebih dahulu menghubunginya melalui Instagram.
Saat itu, jumlah pengikut Instagram Jerome bahkan belum mencapai 100 ribu. Kesempatan berkolaborasi dengan pasangan RANS tersebut kemudian ikut memperluas jangkauan popularitasnya.
Karena itulah, anggapan bahwa Jerome dikenal publik semata-mata berkat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tidak sepenuhnya tepat. Sebelum kolaborasi tersebut, Jerome sudah lebih dahulu membangun audiens melalui konten edukasi dan aktivitasnya di Jepang.
Perjalanan Jerome sebagai kreator konten juga mendapat pengakuan dari lingkungan akademiknya. Pada 2021, Waseda University menerbitkan wawancara khusus yang membahas kiprahnya sebagai mahasiswa internasional sekaligus influencer. Saat itu, kanal Nihongo Mantappu telah memiliki 7,41 juta pelanggan.
Jerome juga masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2021 bersama kakaknya, Jehian Polin, melalui kategori Entertainment & Sports.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa popularitas Jerome dibangun melalui proses panjang, mulai dari membuat video pembelajaran matematika di LINE, mengembangkan kanal Nihongo Mantappu, hingga membagikan pengalaman kuliah di Jepang.
Kolaborasi dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memang menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya. Namun, jauh sebelum itu, Jerome sudah memiliki jalur sendiri untuk dikenal publik melalui dunia pendidikan dan konten digital.










