Chimot Mundur dari for Revenge, Ini Momen Perpisahan di Konser Titik Sadrah

Chimot Mundur dari for Revenge, Ini Momen Perpisahan di Konser Titik Sadrah

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 1 November 2026 - 19:00
share

Konser 20 tahun for Revenge yang digelar di Bandung pada Sabtu (31/10/2026) menjadi malam yang penuh emosi bagi band dan para penggemarnya. Di balik perayaan dua dekade perjalanan musik mereka, konser bertajuk Titik Sadrah itu justru menjadi panggung perpisahan bagi Archims Pribadi alias Chimot, sang drummer.

Chimot mengumumkan pengunduran dirinya dari for Revenge di tengah konser tunggal yang berlangsung di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung. Keputusan itu diambil setelah ia mengalami sejumlah cedera dalam beberapa waktu terakhir.

Momen ini terasa istimewa sekaligus berat karena Chimot merupakan satu-satunya personel pendiri sekaligus anggota orisinal yang masih bertahan di for Revenge. Setelah 20 tahun bersama, konser Titik Sadrah menjadi penutup perjalanannya bersama band yang telah membesarkan namanya.

Baca Juga : Tipe-X Hingga Guyon Waton Batal Tampil di RANS Carnival, Ini Alasannya

“Menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun adalah salah satu titik tertinggi dalam hidup saya. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, mulai dari masa-masa sulit sampai bisa berada di panggung ini dan bertemu dengan begitu banyak orang yang mencintai musik kami,” ujar Chimot.Ia mengaku keputusan untuk mundur bukan hal mudah. Namun, Chimot merasa setiap perjalanan memiliki waktunya masing-masing dan bersyukur bisa menutup babak tersebut melalui konser yang begitu berarti.

Bukan sekadar membawakan deretan lagu populer, for Revenge merancang Titik Sadrah sebagai pertunjukan yang merangkum perjalanan mereka selama dua dekade.

Cerita dalam konser dibangun melalui beberapa babak. Penonton diajak menyusuri berbagai fase yang pernah dilewati band, mulai dari masa sulit, konflik yang berulang, kehilangan, hingga proses menerima keadaan.

Baca Juga : Kunto Aji Bakal Sambangi 3 Rumah Penggemar, Ajak Nyanyi Bareng!

Alur pertunjukan itu kemudian bermuara pada momen perpisahan Chimot. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi medium untuk menyampaikan emosi sekaligus mengingatkan penonton pada perjalanan panjang for Revenge.Suasana semakin terasa personal ketika para penggemar ikut bernyanyi sepanjang konser. Sejumlah momen spesial dan kejutan juga melengkapi pertunjukan yang berlangsung sekitar 2,5 jam tersebut.

Vokalis for Revenge, Boniex Noer, mengatakan konser ini merupakan persembahan khusus bagi para pendengar yang telah tumbuh bersama musik mereka.

Menurutnya, perjalanan 20 tahun for Revenge tidak selalu berjalan mudah. Ada banyak cerita yang mungkin tidak terlihat oleh publik, tetapi para pendengar menjadi bagian penting yang membuat band itu bisa sampai di titik sekarang.

“Konser ini adalah persembahan kami untuk mereka. Kami ingin semua yang hadir bisa merasakan perjalanan 20 tahun ini, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari cerita for Revenge,” kata Boniex.

Adapun Titik Sadrah dirancang sebagai pengalaman konser yang mengajak penonton ikut masuk ke dalam cerita for Revenge. Pertunjukan selama 2,5 jam itu diharapkan dapat meninggalkan kenangan mendalam bagi setiap orang yang hadir.

Terlebih, konser ini berlangsung pada momen penting dalam perjalanan band, yakni perayaan dua dekade sekaligus perpisahan dengan salah satu personel awalnya.

Meski harus melepas salah satu personel yang telah bersama mereka sejak awal, perjalanan for Revenge belum berhenti. Setelah Bandung, rangkaian konser Titik Sadrah dijadwalkan berlanjut ke Kuala Lumpur pada 15 November 2026 di ZEPP Kuala Lumpur.

Topik Menarik