FKIP UNS dan SIKK Kerja Sama Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah

FKIP UNS dan SIKK Kerja Sama Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:15
share

Tim Pengabdian Masyarakat FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan Pengabdian Internasional Mandatori (PIM) UNS di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia. Kegiatan PIM UNS bertajuk "Pemberdayaan Komunitas Indonesia di Sabah melalui Kewirausahaan Pekerja Migran dan Pembelajaran Deep Learning Abad ke-21" diselenggarakan di Aula SMA SIKK pada 15 Juli 2026, dihadiri 41 peserta dari guru dan anggota komite sekolah.

Berdasarkan keterangan yang diterima,Tim Pengabdian Masyarakat FKIP UNS diketuai Prof. Dr. Triyanto, S.H., M. Hum, beranggotakan dosen Prodi Akuntansi, Prodi Administrasi Perkantoran, Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Sosiologi-Antropologi, dan Prodi PPKN. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk pemberdayaan komunitas pekerja migran di Sabah melalui peningkatan kompetensi guru SIKK dan penguatan aspek pengetahuan mengenai kewirausahaan bagi anggota komite sekolah yang notabene merupakan pekerja migran Indonesia di Sabah.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh ketua tim pengabdian dilanjutkan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Sekolah SIKK. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dua sesi paralel dengan peserta guru SIKK dan anggota Komite Sekolah.

Baca Juga: Kinabalu Raih Penghargaan sebagai Ibu Kota Puisi Esai di Festival Jakarta

Sesi paralel pertama berupa penguatan kapasitas guru SIKK dalam pemahaman mengenai pembelajaran abad 21 dan implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan fasilitator Nur Fatah Abidin, M.Pd dan Yosafat Hermawan Trinugraha,Ph.D. Sesi paralel kedua berupa penguatan kewirausahaan orang tua wali siswa dengan fasilitator Dr.Susantiningrum, MAB dan Dr. Sri Sumaryati, M.Pd.

Kegiatan pengabdian ini selaras dengan tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh SIKK dan orang tua wali siswa. SIKK mengorganisir sejumlah 240 CLC dengan agenda prioritas adalah peningkatan kompetensi guru CLC yang dilaksanakan setiap tahun.

Pada sisi yang lain, upah minimum pekerja di Malaysia sekitar 1.700 RM, sehingga literasi keuangan menjadi penting bagi orang tua wali siswa khususnya pengelolaan keuangan ketika bekerja di Malaysia atau ketika kembali ke Indonesia.

"Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung agenda Sustainability Development khususnya dalam aspek implementasi pendidikan berkualitas (SDGs 4) dan kemitraan strategis berkelanjutan antar pihak (SDGs 17)," demikian keterangan tersebut, dikutip Minggu (25/10/2026). Kegiatan pengabdian ini tentunya dapat berlanjut dengan agenda kegiatan yang lain sebagai bagian dari eksistensi UNS sebagai universitas bereputasi dan berdaya saing global/internasional.

Topik Menarik