3 Tips Merawat Kulit Sensitif, dari Pilih Skincare hingga Pakai Tabir Surya
JAKARTA - Kulit sensitif membutuhkan perawatan ekstra karena lebih mudah mengalami kemerahan dan iritasi. Bahkan, penggunaan produk perawatan kulit baru terkadang bisa memicu rasa perih, gatal, atau kemerahan yang membuat kulit terasa tak nyaman.
Kalau kamu memiliki kulit sensitif, memilih produk perawatan kulit memang tak bisa sembarangan. Terlalu banyak menggunakan serum, bahan aktif, atau produk berpewangi justru bisa memperburuk iritasi.
Melansir Hindustan Times, Dokter Spesialis Kulit, dr. Siddhartha Saikia menjelaskan bahwa kulit sensitif membutuhkan perawatan yang konsisten, pemilihan produk yang tepat, serta kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan kulit.
Menurutnya, kunci utama merawat kulit sensitif adalah menjaga dan memperkuat lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Dengan perawatan yang tepat, kulit bisa menjadi lebih tenang dan tak mudah mengalami iritasi.
1. Sederhanakan Rutinitas Perawatan Kulit
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat merawat kulit sensitif adalah menggunakan terlalu banyak produk sekaligus. Padahal, semakin banyak produk yang digunakan, semakin sulit mengetahui bahan mana yang memicu iritasi.
Dokter Saikia menyarankan untuk memulai perawatan dengan rutinitas sederhana. Kamu bisa menggunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak menghasilkan terlalu banyak busa agar kotoran terangkat tanpa menghilangkan minyak alami kulit secara berlebihan.
Dengan rutinitas yang sederhana, kamu bisa lebih mudah mengetahui produk yang cocok dan mengurangi risiko iritasi akibat penggunaan terlalu banyak bahan aktif.
2. Gunakan Bahan Aktif Secara Bertahap
Dokter Saikia menyarankan beberapa bahan yang mungkin cocok untuk kulit sensitif, bergantung pada toleransi masing-masing orang, antara lain vitamin C, niasinamida, dan asam eksfoliasi yang lembut.
Sementara itu, jika ingin menggunakan retinoid, sebaiknya mulai dari konsentrasi rendah. Kamu juga bisa mengombinasikannya dengan pelembap untuk mengurangi risiko iritasi. Teknik ini dikenal sebagai buffering.
Hindari menggunakan banyak bahan aktif sekaligus atau meningkatkan intensitas pemakaian terlalu cepat. Cara tersebut justru dapat menyebabkan kulit mengelupas, kemerahan, dan terasa perih.
3. Jangan Lewatkan Tabir Surya
Perlindungan dari sinar matahari juga menjadi bagian penting dalam perawatan kulit sensitif. Paparan sinar ultraviolet dapat merusak kulit, mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, dan memicu perubahan pigmentasi.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah tabir surya mineral yang mengandung seng oksida. Jenis ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang kulitnya mudah mengalami iritasi.
Gunakan tabir surya secara rutin untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi kulitmu.
Untuk itu, kulit yang mudah mengalami iritasi memang membutuhkan perhatian khusus. Namun, jangan langsung menganggap semua kemerahan atau rasa gatal sebagai tanda kulit sensitif biasa.
Menurut dr. Saikia, ada beberapa kondisi yang sebaiknya menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, antara lain kemerahan yang terus-menerus, jerawat atau ruam yang semakin parah, dan iritasi yang muncul berulang tanpa penyebab jelas.
Official Poster Film Cidro Asmoro Tampilkan Perpaduan Musik hingga Komedi, Segera Tayang di Bioskop!
Jika kemerahan berlangsung terus-menerus, jerawat semakin parah, atau iritasi muncul berulang tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.
Dengan memahami kebutuhan kulit dan mengenali pemicunya, kamu bisa membangun rutinitas perawatan yang lebih tepat tanpa membuat kulit bekerja terlalu keras.









