Beda Agama Jadi Alasan Gugurkan Hak Asuh Anak Ruben Onsu? Kuasa Hukum Buka Suara
JAKARTA, iNews.id - Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap pihak Sarwendah disebut memasukkan perbedaan keyakinan Ruben yang kini berstatus mualaf sebagai salah satu alasan untuk menggugurkan hak asuh anak.
Hal tersebut tercantum dalam gugatan rekonvensi yang diajukan pihak Sarwendah melalui sistem e-Court ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Minola menyebut pihak Sarwendah khawatir Ruben akan memengaruhi anak-anak mereka yang masih di bawah umur untuk berpindah keyakinan. Menurut dia, kekhawatiran tersebut tidak berdasar.
"Ya, jadi berkaitan dengan Ruben itu menjadi seorang mualaf, itu adalah senjata bagi mereka untuk membuat Ruben kehilangan haknya bisa mendapatkan hak asuh dan berkumpul bersama dengan anak-anaknya," kata Minola Sebayang kepada awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Minola mengatakan pihak Sarwendah secara tegas menyampaikan keberatan jika anak-anak berada dalam kekuasaan Ruben sebagai pemegang hak asuh maupun bertemu dan berkumpul bersama ayahnya karena adanya perbedaan agama.
"Tapi dalam rekonvensi mereka itu, mereka dengan lugas, jelas, tegas mengatakan karena Ruben sudah tidak menganut agama yang sama dengan agama yang dianut oleh anak-anaknya, mereka tidak ingin anak-anak ini ada dalam kekuasaan Ruben sebagai pemegang hak asuh dan juga mungkin bertemu, apalagi berkumpul gitu, ya," katanya.
"Karena dikhawatirkan Ruben akan mempengaruhi anak-anak yang masih di bawah umur ini untuk mungkin berpindah agama," ujarnya.
Minola menilai kekhawatiran tersebut terlalu mengada-ada. Dia mencontohkan Onyo yang saat ini tinggal bersama Ruben dan tetap menjalankan keyakinannya sebagai seorang Katolik.
"Jadi kalau menurut saya ini kan terlalu naif, ya. Terlalu naif dan terlalu mengada-ngada kalau menurut kami seperti itu, ya. Karena buktinya Onyo yang sekarang bertempat tinggal bersama dengan Ruben pun, dia tetap memeluk agama yang diyakininya, yaitu Katolik, tanpa ada pengaruh apa pun dari Ruben gitu lho," katanya.
Dia menegaskan Ruben tidak memiliki tujuan untuk memengaruhi keyakinan anak-anaknya. Menurut Minola, keinginan Ruben untuk mendapatkan hak asuh dan tetap berkumpul bersama buah hatinya semata-mata karena hubungan sebagai ayah dan anak.
"Ruben bukan orang yang ingin artinya itu tujuannya untuk berkumpul sama anaknya dan juga mendapatkan hak asuh itu bukan, tujuannya bukan ingin mempengaruhi anaknya untuk memeluk agama seperti apa yang dia yakini," kata Minola.
Minola juga menyayangkan apabila perbedaan keyakinan dijadikan alasan untuk membatasi hubungan Ruben dengan anak-anaknya. Pihak Ruben, kata dia, siap membantah dalil-dalil yang diajukan dalam gugatan rekonvensi tersebut di hadapan majelis hakim.
"Jadi janganlah ayah dan anak itu dipisahkan hanya gara-gara mereka saat ini karena sesuatu dan lain hal memeluk agama yang berbeda. Karena cinta kasih itu tentu lintas keyakinan," katanya.









