RSCM Lakukan Bedah Ginekologi Jarak Jauh Pertama di Indonesia, Begini Cara Kerjanya
JAKARTA, iNews.id - Bayangkan dokter berada di satu kota, sementara tindakan operasi berlangsung lebih dari 1.000 kilometer dari lokasi kongres tempat dia berada. Kondisi tersebut bukan lagi sekadar gambaran masa depan.
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil melakukan bedah ginekologi jarak jauh pertama di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi tele-robotic surgery. Prosedur tersebut berlangsung pada 6 September 2026 dari Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, dan terhubung dengan kegiatan ilmiah di Jimbaran Convention Center (JCC), Bali.
Lantas, bagaimana dokter bisa melakukan pembedahan dari jarak jauh menggunakan sistem robotik? Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini.
Begini Prosedur Bedah Ginekologi Jarak Jauh yang Dilakukan RSCM
Rebo Wekasan 2026: Benarkah Rabu Terakhir Safar Menjadi Hari Paling Berat Sepanjang Tahun?
Tele-robotic surgery pada dasarnya memanfaatkan sistem robotik dan jaringan komunikasi untuk memungkinkan dokter mengendalikan instrumen bedah dari lokasi yang tidak sama dengan pasien.
Dalam prosedur RSCM, sistem robotik yang berada di kamar operasi terhubung dengan pengendalian dokter melalui konektivitas internet. Gerakan yang dilakukan dokter pada sistem kendali kemudian diterjemahkan menjadi pergerakan instrumen robotik di area operasi.
Teknologi tersebut memungkinkan dokter melakukan gerakan bedah secara terkontrol dan presisi tanpa harus berada tepat di samping meja operasi.
Namun, istilah operasi jarak jauh bukan berarti pasien ditangani tanpa tenaga medis di lokasi. Tim kesehatan tetap diperlukan untuk memantau kondisi pasien, menjalankan aspek anestesi, memastikan kesiapan perangkat, serta menangani situasi yang mungkin muncul selama prosedur.
Dengan demikian, keberhasilan tele-robotic surgery tidak hanya bergantung pada robot, tetapi juga pada koordinasi seluruh tim medis dan kesiapan sistem teknologi.
Koneksi Internet Jadi Bagian Penting Keselamatan
Salah satu tantangan terbesar dalam operasi jarak jauh adalah memastikan komunikasi antara sistem kendali dan perangkat robotik berlangsung stabil.
Dalam tindakan bedah, gerakan dokter harus diterjemahkan oleh sistem dengan respons yang sangat cepat. Karena itu, kualitas konektivitas dan sistem teknologi menjadi bagian penting dari persiapan sebelum prosedur dilakukan.
Dokter yang melakukan tindakan, Dr. dr. Herbert Situmorang, Sp.OG, Subsp.F.E.R, mengatakan teknologi robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung prosedur tersebut.
"Pembedahan robotik ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dikerjakan di Indonesia," ujar dr Herbert di RSCM Jakarta, Kamis (10/9/2026).
"Teknologi sistem robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung pelaksanaan pembedahan jarak jauh secara aman," tambahnya.
Robot Tidak Menggantikan Dokter
Kemajuan teknologi bedah terkadang menimbulkan pertanyaan apakah robot nantinya dapat menggantikan dokter. Dalam tele-robotic surgery, hal tersebut bukan konsep yang diterapkan.
Robot berfungsi sebagai perangkat yang membantu menerjemahkan kendali dokter menjadi gerakan instrumen bedah. Keputusan klinis dan kendali tindakan tetap berada pada dokter.
Karena itu, prosedur ini merupakan kombinasi antara kemampuan dokter, teknologi robotik, jaringan komunikasi, anestesi, serta tim medis yang berada di kamar operasi.
Dalam prosedur di RSCM, dr. Herbert juga didukung sejumlah dokter, yakni dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG, Subsp.FER; Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG, Subsp.FER; Prof. Dr. dr. Hariyono Winarto, Sp.OG, Subsp.Onk(K); Dr. dr. M. Suskhan Djusad, Sp.OG, Subsp.Urogin, Re(K); serta dr. Luther Holan Parasian N, Sp.An-TI.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari pengembangan bedah minimal invasif dan bedah robotik di RSCM. Rumah sakit ini sebelumnya juga mengembangkan tele-robotic surgery di bidang urologi dan pada 2024 berhasil melakukan tele-robotic surgery pertama di bidang tersebut.
Pengembangan ke bidang ginekologi menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai digunakan untuk mendukung prosedur medis yang semakin kompleks.
Dalam konteks Indonesia yang memiliki wilayah geografis sangat luas, teknologi seperti ini berpotensi membuka peluang baru dalam pelayanan kesehatan. Salah satu manfaat yang dapat dikembangkan adalah menghubungkan keahlian dokter dengan fasilitas kesehatan yang berada jauh dari pusat layanan.
Meski demikian, tele-robotic surgery tidak serta-merta dapat diterapkan pada semua pasien atau seluruh jenis operasi. Kesesuaian kasus, fasilitas, tenaga medis, sistem komunikasi, perangkat robotik, dan protokol keselamatan tetap menjadi faktor penting.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSCM, Dr. dr. Bobi Prabowo, Sp.Em, Subsp.TK(K), M.Biomed, FICEP, mengatakan pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan bedah RSCM.
"Pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi menjadi langkah penting bagi RSCM dalam memperluas pilihan layanan bedah berteknologi tinggi bagi masyarakat. Inovasi ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi layanan bedah RSCM dalam menjawab perkembangan teknologi kedokteran," ujar dr Bobi.
Keberhasilan bedah ginekologi jarak jauh ini menjadi salah satu gambaran bagaimana perkembangan teknologi medis mulai mengubah batasan jarak dalam pelayanan kesehatan. Namun, di balik kecanggihan robot dan konektivitas digital, faktor terpenting tetap sama, yaitu keahlian dokter, kesiapan tim medis, dan keselamatan pasien.








