Dokter Sarankan Punya Tas Siaga Bencana, Ini Isinya

Dokter Sarankan Punya Tas Siaga Bencana, Ini Isinya

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 10 September 2026 - 13:05
share

JAKARTA Bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki persiapan darurat, salah satunya dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi perlengkapan penting untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita.

Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menghadapi sejumlah kejadian bencana, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyiapkan tas berisi kebutuhan prioritas yang mudah dibawa saat evakuasi.

Isi Tas Siaga Bencana

Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna, melalui unggahan di akun Threads miliknya, membagikan panduan mengenai pentingnya memiliki Tas Siaga Bencana yang praktis, terutama bagi keluarga dengan anak kecil.

Menurutnya, tas siaga bencana untuk keluarga yang memiliki bayi atau balita harus mengutamakan fungsi, ringkas, dan mudah dibawa. Hal ini karena saat kondisi darurat, orang tua kemungkinan harus melakukan evakuasi sambil menggendong anak.

“Sebagai dokter anak dan ibu, menurutku tas siaga bencana itu penting, tapi harus realistis, ringkas, dan gampang digendong. Soalnya pada saat bencana terjadi, kemungkinan besar kita akan evakuasi sambil gendong anak kita (terutama bayi dan balita),” tulis dr. Leonirma, dikutip Rabu (9/9/2026).

Ia menyarankan agar tas darurat menggunakan model ransel sehingga tangan orang tua tetap leluasa untuk memegang atau menggendong anak. Menurutnya, barang yang dimasukkan harus benar-benar kebutuhan utama agar tidak menghambat mobilitas.

“Ingat, tas ini dipakai sambil gendong anak, bukan dijinjing santai. Kalau isinya kebanyakan, yang ada malah tidak akan dibawa. Esensial dan ringkas jauh lebih berguna daripada lengkap tapi berat,” tegasnya.

Untuk membantu orang tua menyiapkan TSB, dr. Leonirma membagi kebutuhan utama ke dalam tiga kategori:

1. Dokumen Penting dan Obat-obatan Esensial

Langkah pertama adalah menyimpan dokumen identitas dan kebutuhan medis dasar dalam wadah kedap air.

Dokumen:

  • Fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA) atau rekam imunisasi.
  • KTP dan Kartu Keluarga (KK) orang tua.
  • Data diri dalam bentuk USB.
  • Daftar kontak darurat.
  • Foto terbaru anak.

Pertolongan pertama:

  • Parasetamol dengan dosis sesuai berat badan anak.
  • Oralit.
  • Obat rutin anak beserta catatan dosis dan riwayat alergi.
  • Kasa.
  • Plester.
  • Antiseptik nonalkohol.
  • Gunting kecil.
  • Termometer.

2. Perlengkapan Khusus Bayi dan Balita

Kebutuhan anak perlu disiapkan untuk menjaga kondisi tubuh selama masa awal evakuasi.

Sanitasi dan pakaian:

  • Popok untuk kebutuhan dua hari.
  • Tisu basah dan tisu kering.
  • Hand sanitizer.
  • Krim penghangat.
  • Lotion ukuran kecil.
  • Sabun bayi.
  • Kantong plastik kecil.
  • Dua set pakaian ganti.
  • Jaket tipis.
  • Kaos kaki.
  • Selimut.
  • Masker anak.

Nutrisi dan kenyamanan:

  • Susu formula sachet dan dot cadangan bagi anak yang tidak mengonsumsi ASI.
  • Bubur MPASI instan sesuai usia dan tekstur anak.
  • Biskuit.
  • Satu mainan favorit untuk membantu menjaga ketenangan emosional anak.

3. Kebutuhan Orang Tua

Selain kebutuhan anak, orang tua juga perlu memastikan perlengkapan pribadi tetap tersedia selama proses evakuasi.

Barang yang perlu disiapkan antara lain:

  • Obat pribadi rutin jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
  • Dua set pakaian ganti.
  • Jas hujan tipis.
  • Pembalut atau pantyliner.
  • Masker.
  • Hand sanitizer.
  • Air minum.
  • Camilan tahan lama.

Perlengkapan pendukung lainnya seperti senter kecil dengan baterai cadangan, power bank, serta uang tunai pecahan kecil juga disarankan untuk dimasukkan ke dalam tas.

Sebagai penutup, dr. Leonirma mengingatkan agar isi Tas Siaga Bencana diperiksa secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan obat dan kebutuhan anak masih layak digunakan.

“Jangan lupa selalu cek tanggal kedaluwarsa obat dan sufor tiap enam bulan, serta sesuaikan ukuran popok dan baju seiring anak tumbuh,” pungkasnya.

Topik Menarik