Viral Dugaan Pelecehan, Dokter Muhammad Iqbal Akhirnya Buka Suara
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Muhammad Iqbal, akhirnya buka suara setelah namanya ramai diperbincangkan terkait dugaan pelecehan terhadap pasien melalui pesan di media sosial.
Dalam video klarifikasinya yang beredar di media sosial, Muhammad Iqbal menegaskan persoalan yang sedang ramai bukan berkaitan dengan klinik maupun rumah sakit tempatnya berpraktik.
Ia juga membantah jika persoalan itu berkaitan dengan tindakan medis ataupun malpraktik dalam menjalankan profesinya sebagai dokter.
Baca Juga : Dikaitkan Isu Pelecehan Seksual, El Rumi Siap Ambil Langkah HukumVideo tersebut salah satunya diunggah di akun X @Firmansyah_1976.
“Permasalahan tersebut bukanlah permasalahan tindakan medis maupun malpraktik dalam tugas profesi saya,” ujar Muhammad Iqbal dalam video yang beredar.Menurutnya, persoalan yang menjadi sorotan publik saat ini adalah masalah pribadinya dengan pemilik akun yang mengaku dilecehkan.
“Sehingga permasalahan tersebut murni permasalahan antara pribadi saya dengan pemilik akun media sosial yang ada di Instagram,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa persoalan pribadi itu tidak seharusnya dikaitkan dengan institusi tempatnya bekerja. Iqbal juga mengaku siap bertanggung jawab atas persoalan yang sedang dihadapi saat ini.
Termasuk jika nantinya mendapat sanksi dari pihak Klinik Kirana Curup maupun RS Lebong, Bengkulu.
“Segala akibat dari permasalahan saya dengan RS Lebong maupun Klinik Kirana Curup, saya siap menanggung atas diri saya dan saya siap menerima sanksi apa pun dari Klinik Kirana Curup maupun RS Lebong,” tuturnya.Meski begitu, dalam video tersebut Muhammad Iqbal tidak menjelaskan secara rinci isi persoalan pribadi yang dimaksud. Ia juga tak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai isu yang sedang ramai beredar di media sosial.
Ia hanya kembali menegaskan bahwa persoalan itu tidak berkaitan dengan tindakan medis yang dilakukannya sebagai dokter.
Sebelumnya, nama Muhammad Iqbal ramai setelah beredar tangkapan layar percakapan di media sosial yang diduga berisi pesan bernada seksual kepada seorang perempuan. Dugaan tersebut kemudian memicu sorotan publik terhadap profesinya sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi.









